Diduga Terlibat Rasisme, Dua Oknum Prajurit TNI Diperiksa

By
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.M.Pd dan sejumlah perwira tinggi lainnya ketika memberikan keterangan pers setelah tatap muka dengan masyarakat, di ruangan VIP STAB Lanud Manuhua Biak, Selasa (27/8) kemarin.( FOTO : Fiktor/Cepos)

BIAK-Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tiba di Biak dengan menggunakan pesawat Boing TNI AU, A-7307 Pukul 12.09 WIT, Selasa (27/8). Panglima TNI dan Kapolri yang didampingi sejumlah perwira tinggi melakukan tatap muka dan berdialog langsung dengan semua elemen masyarakat termasuk jajaran Forkopimda.

  Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri di Biak menyikapi persoalan yang terjadi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat terkait dengan adanya dugaan kasus rasisme dan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa di Malang, Surabaya, Makassar dan beberapa daerah lainnya.

  Di Biak, Panglima TNI dan Kapolri melakukan tatap muka dengan masyarakat kurang lebih dua jam. Dalam pertemuan yang dilakukan tertutup itu   dihadiri langsung oleh Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd dan Bupati Supiori Drs. Jules F Warikar, MM, semua sepakat tetap akan menjaga suasana aman dan damai di wilayah Kabupaten Biak Numfor khususnya.

   Panglima TNI mengatakan bahwa, kedatangannya di Biak bersama Kapolri adalah untuk mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat Biak terkait kejadian yang diawali dari Malang, Surabaya dan beberapa daerah lainnya yang berbuntut terjadinya kejadian di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat.

  Dalam pertemuan itu, Panglima TNI   dengan tegas mengatakan, tetap akan menindak tegas dua anggota TNI yang   diduga ikut melakukan tindakan rasisme terhadap mahasiswa di Surabaya. Bahkan menurutnya,  dua oknum prajurit TNI telah menjalani pemeriksaan terkait dengan aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua, di Surabaya.

  Kedua oknum prajurit TNI itu hingga sekarang masih berstatus terperiksa karena diduga mereka tidak patuh dalam menjalankan tugasnya sehingga menimbulkan aksi unjukrasa besar-besaran di beberapa daerah di Papua dan Papua Barat.

   “Pemeriksaan sementara dilakukan, satu prajurit menjabat sebagai Danramil Surabaya 0831/02 Tambaksari dan satu menjabat sebagai Babinsa masih   menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan karena mereka dinilai tidak patuh dalam menjalankan tugas,” tegas Panglima TNI dalam dalam konferensi pers setelah acara dialog dengan elemen di ruang VIP STAB Manuhua Biak, Selasa (27/8) kemarin.

Dikatakan, bahwa jika dalam pemeriksaan oknum prajurit itu terbukti melanggar aturan maka tetap akan diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.   

  Dalam pertemuan itu juga, lanjut Panglima TNI, juga disampaikan sejumlah keinginan masyarakat, diantaranya tentang putra putri Papua yang memiliki keinginan kuat menjadi anggota TNI/Polri, juga terkait kondisi bandara Frans Kaisiepo Biak yang diharapkan  dapat aktif kembali untuk penerbangan ke wilayah lain maupun jalur Internasional supaya diaktifkan kembali sehingga dapat tenaga kerja.

   Sementara itu Kapolri Tito Karnavian juga mengatakan hal yang hampir sama. Bahwa dari pertemuan yang dilakukan itu pada dasarnya untuk melihat dari dekat situasi terakhir di Papua khususnya di Biak Numfor.  

  Dalam kesempatan itu juga, Kapolri mengajak semua pihak supaya tetap menjaga kebersamaan dan keamanan. “Sebab dengan rasa aman itu kita dapat melakukan aktivitas dengan baik, kita dapat bekerja  dengan baik, yang nelayan pergi melaut mencari ikan, anak-anak dapat bersekolah, petani dapat berkebun, dan lainnya,” ujarnya lagi.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: