Dikira Meninggal Dunia, Ternyata Pingsan Kena Rekoset Peluru

By

Warga Kena Reskoset, Polsek Nimboran Dibakar

JAYAPURA-Seorang warga bernama Fredrik Sem (22) warga Kampung Pobaim, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, mengalami luka akibat pantulan tembakan (rekoset) dari aparat Kepolisian yang mengamankan aksi pemalakan terhadap kendaraan yang dilakukan sekelompok warga yang diduga dipengaruhi minuman keras, Senin (2/8).

Adanya warga yang terkena rekoset peluru ini, membuat sejumlah warga terprovokasi hingga akhir melakukan pengrusakan dan pembakaran di Mapolsek Nimboran. 

Korban sendiri diketahui sedang berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka rekoset pada bagian kepala. Sebelumnya, massa mengira korban  meninggal dunia karena terkena peluru aparat. Ternyata korban dalam keadaan mabuk karena miras, kaget ketika terserempet peluru di bagian kepala dan seketika jatuh pingsan.

Direskrimum Polda Papua, Kombes Faisal Ramadhani saat dikonfirmasi mengatakan, korban hanya terserempet peluru di bagian kepala. Hal ini dikarenakan korban mabuk makanya langsung pingsan. “Saat ini korban dalam keadaan sadar dan dirawat di rumah sakit,” ungkap Faisal yang berada di lokasi kejadian.

Dikatakan, situasi sudah kondusif dan massa sudah membubarkan diri. Aparat keamanan menurutnya sedang melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat setempat untuk menyelesaikan kasus tersebut. “Kita sudah bertemu kepala kampung, keluarga korban dan para tokoh masyarakat setempat,” tuturnya.

Selain itu, Polda Papua juga telah mengirimkan perkuatan pasukan sebanyak 200 personel ke lokasi kejadian.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menerangkan bahwa kejadian  bermula sekira pukul 10.00 WIT, dimana anggota piket Polsek Nimboran mendapat laporan dari masyarakat adanya orang mabuk yang melakukan pemalakan terhadap kendaraan yang melintas. 

Laporan tersebut menurut Kamal, langsung ditindaklanjuti anggota Polsek Nimboran dengan mendatangi TKP untuk mengamankan pelaku. Namun saat hendak diamankan, pelaku melakukan perlawanan menggunakan alat berupa linggis. Sehingga salah satu personel melakukan tembakan peringatan ke atas, namun pelaku tetap melakukan perlawanan sehingga personel kembali melakukan tembakan peringatan ke arah bawah.

Sekira pukul 13.00 WIT, massa dari keluarga korban berjumlah sekira 20 orang menggunakan kendaraan roda dua datang dan melakukan penyerangan terhadap Polsek Nimboran. Penyerangan tersebut membuat anggota yang berada di Polsek berlindung dan mengamankan diri ke arah belakang Polsek.

Lanjut Kamal, saat itu massa kembali datang menggunakan truck yang berjumlah sekitar 10  orang bergabung dengan massa yang pertama menggunakan kendaraan bermotor langsung melakukan pengrusakan dan pembakaran Polsek Nimboran. “Korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Kamal.

Dikatakan Kamal, saat ini personel gabungan TNI-Polri masih melakukan pengamanan di sekitar Polsek. Anggota sedang melakukan pendekatan terhadap para tokoh. Kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Jayapura.

Kamal mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya sehingga dapat menganggu stabilitas keamanan khususnya di Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura. “Mari kita bersama-sama menjaga Kamtibmas agar tetap aman dan Kondusif,” ajak Kamal.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri direncanakan akan ke TKP pada Selasa (3/8). “Besok saya ke TKP,” kata Kapolda Mathius Fakhiri melalui pesan WhatsApnya.

Adapun kerugian materill yakni kendaraan roda 2 dinas sebanyak 2 unit, kendaraan roda 2 pribadi sebanyak 6 unit, kendaraan roda 2 barang bukti  3 unit dan 1 pucuk senpi jenis Bbran ceko. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: