Dinas Pendidikan Pabar Kunjungi KPG Khas Papua Merauke

By

Rombongan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat saat tiba di SMA Negeri KPG Khas Papua Merauke dan disambut dengan tarian khas Papua, Sabtu (4/12) . Sul/Cepos 

MERAUKE- Rombongan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat (Pabar), dipimpin Kabid Pendidikan Menengah Adolfina Auray mengunjungi  SMA Negeri Kolese Pendidikan Guru Khas Papua Merauke, Sabtu (4/12). 

   Rombongan  Dinas Pendidikan Provinsi Papua ini didampingi Kabid Layanan Khusus Dinas Pendidikan, Perpustakaan Provinsi Papua Laurens Wantik.  Tiba di Kompleks  SMAN Kolese Pendidikan Guru (KPG) Khas Papua Merauke, rombongan diterima Kepala Sekolah SMAN KPG Khas Papua Merauke Petrus Ambarura, S.Pd, M.Pd bersama dewan guru  dengan tari-tarian Papua.  

   Petrus Ambarura menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan dari Dinas Pendidikan Papua Barat tersebut. Pasalnya, dari 3 SMA KPG Khas Papua di  Provinsi Papua, Merauke dipilih  untuk dikunjungi.  “Sekali lagi kami sampaikan terima kasih atas kunjungan ini. Semoga apa yang menjadi tujuan bapak  ibu sekalian  ke sini kami dapat bisa bantu,” katanya. 

   Petrus Ambarura menjelaskan  bahwa KPG Khas Papua Merauke yang dipersiapkan untuk menghasilkan  guru-guru PGSD  tersebut sebenarnya masih banyak yang perlu dibenahi secara  bertahap.  “Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan sana-sini yang perlu  dibenahi,” kata Petrus Ambarura. 

   Sementara itu, Adolfina Auray menjelaskan bahwa sebenarnya di tahun  2019 lalu  pihaknya sudah komunikasi dengan Kepsek SMAN KPG Khas Papua Merauke termasuk Dinas Pendidikan Papua, namun karena kondisi pandemi di tahun  2020 sehingga kunjungan ini baru terlaksana di penghujung tahun 2021. 

   Adolfina mengungkapkan  bahwa  kunjungan ke SMAN KPG Khas Merauke ini tak lain  untuk berjuang kembali untuk mengembalikan roh dari SMA Keguruan Sorong yang ada di Sorong. Sebab, pada saat masih satu provinsi yakni Papua, didirikan  4 sekolah keguruan dengan nama Kolose Pendidikan Khas Papua, yakni Sorong, Nabire, Timika dan Merauke. Namun  di  Sorong, nama KPGnya  hilang dan  hanya SMA Keguruan. 

   “Kami sempat bertanya kenapa namanya diubah menjadi sekolah keguruan. Sedangkan khasnya  itu hilang. Saya tanya ke kepala sekolah, tapi kepala sekolah juga  pasti tidak tahu karena   dia baru menjabat di tahun 2020 lalu di SMA Keguruan Sorong. Sehingga seakan-akan sejarah itu hilang dan terhapus bagi kita semua. Karena itu, hari ini kami hadir di Merauke bagaimana Papua Barat ingin mengembalikan SMA Keguruan ke rohnya semula  menjadi KPG Khas Papua,’’ jelasnya. 

   Adolfina menjelaskan bahwa masih segar dalam ingatannya  alasan pendirian KPG Khas Papua di Provinsi Papua kala itu. Karena saat itu dirinya masih mengajar sebagai guru SD  dimana kala itu Kadis Pendidikan J. Haurissa menyampaikan bahwa di Papua yang tersebar paling banyak adalah  sekolah dasar dimana KPG hadir  untuk mencetak guru SD. 

   “Karena itu, Papua Barat ingin sekali mengembalikan  roh asalnya,” terangnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: