Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kembalikan Uang Rp 3,5 M

By

JAYAPURA – Dugaan kasus korupsi dana Otonomi Khusus (Otsus) di Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Papua yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menemui titik terang.

 Kepala Kejati Papua Nikolaus Kondomo mengaku telah menerima pengembalian uang dari DPPAD Papua. Sebagaimana pihaknya telah melakukan penyelamatan uang negara sebesar Rp 3,5 M. “Uang sebesar Rp 3,5 M Itu merupakan pengembalian dari pihak DPPAD Papua,” ucap Kejati dalam jumpa pers secara virtual dengan wartawan, Senin (2/8).

 Dikatakan, uang tersebut kini berada di rekening titipan Kejati Papua dan akan segera diserahkan ke kas negara. Sementara untuk kelanjutan kasus tersebut, ia belum dapat memberi kepastian karena penyidiknya masih terus melakukan pendalaman.   “Kami belum menentukan sikap terhadap penanganan kasus tersebut, karena kami akan mengkaji lebih dalam,” kata  Kejati.

 Selain pengembalian uang tersebut, dalam keterangannya Kejati  menyampaikan sejauh ini sudah ada sembilan orang yang diperiksa sebagai saksi. Dimana saksi tersebut berasal dari DPPAD dan Inspektorat Papua. Dugaan kerugian negara diperoleh karena ada penggunaan anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

 “Dana tersebut berasal dari kegiatan yang sudah dilaksanakan, yaitu, supervisi dan monitoring PBM sekolah, lalu evaluasi kinerja bidang pendidikan dan lomba keterampilan siswa,” katanya.

 Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan menyelidiki dugaan penggunaan dana Otsus di Dinas Pendidikan. Dimana kerugian negara akibat kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 4 miliar. Sementara Itu, Kepala Dinas DPPAD Papua Christian Sohilait saat dihubungi belum merespon terkait dugaan korupsi senilai Rp 3,5 M  hingga berita ini dipublikasikan. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: