Dinas PU Minta BWJ Turun Tangan

By

Sejumlah tenaga kerja saat berusaha menggali saluran saluran yang tersumbat di depan Mall Saga Sentani, Rabu (13/4) kemarin. (FOTO:Robert Mboik Cepos )

*Terkait Banjir yang Sering Terjadi di Depan Saga

SENTANI- Persoalan banjir yang kerap menerpa Jalan Utama Kota Sentani, tepatnya di depan pusat perbelanjaan Saga II, hingga saat ini belum berhasil ditangani. Padahal Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas PU dan BPBD sudah berulang kali mengatasi persoalan itu, namun kenyataannya tidak kunjung memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura, Alphius Toam mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memerintahkan jajarannya, baik dari Dinas PU maupun BPBD Kabupaten Jayapura.
membersihkan seluruh material yang menutupi saluran air mulai dari kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura sampai di belakang kawasan Pasar Baru Sentani.

“Di situ tim kita sudah melakukan pembersihan karena memang ada banyak sekali kotoran sedimentasi yang menutupi saluran air. Tetapi meskipun itu sudah dibersihkan genangan air di depan Saga belum berhasil ditangani,” kata Alphius Toam, Rabu (13/4).

Pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke Balai Wilayah Jalan Provinsi Papua untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Dari hasil investigasi yang sudah dilakukan pihaknya, ternyata yang menjadi akar persoalan adalah terjadinya penutupan saluran air di bawah jalan yang melintasi jalan utama tersebut.

Ada banyak material sampah dan material lumpur, pasir dan batuan yang menutupi saluran air tersebut, sehingga meskipun sudah dibersihkan di bagian lain, namun suplai air dari titik genangan tidak bisa keluar karena saluran air di bawah jalan itu tertutup oleh material padat.

“Begitu sering tergenang kami terus menerus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Jalan. Mereka mengatakan bahwa itu sudah dikerjakan boxcover di sana. Ternyata yang menjadi masalah cross yang mereka buat di depan Kantor Kementerian Agama, itu sudah penuh dengan material sedimentasi batu, pasir bahkan sampah” ungkapnya.

Inilah yang kemudian menyebabkan air dari titik genangan itu tidak bisa mengalir dengan baik menuju pembuangan akhir, karena lintasannya terhambat material tersebut.

Menurutnya penanganan masalah itu harus dikerjakan oleh Balai Wilayah Jalan. Mereka yang punya tugas membersihkan dan menata kembali boxcover tersebut.(roy/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: