Ditundanya PON Papua dan Covid-19 di Tahun 2020

By

Kaleidoskop PON Papua

JAYAPURA – Tahun 2020 harusnya menjadi tahun olahraga bagi Provinsi Papua. Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX mestinya telah usai digelar di Bumi Papua. Tapi semuanya harus ditunda akibat virus Covid-19 yang mewabah di tahun 2020.

Tak ada euforia, tidak ada opening dan closing ceremony, tidak ada pertandingan sengit, tidak ada sang juara, tidak ada panggung medali. Semuanya menjadi diam oleh Covid-19. Tidak ada yang bisa menghidari virus yang bermula dari Kota Wuhan, Cina itu.

Para Atlet yang telah melakukan latihan bertahun-tahun harus menahan diri. Mereka harus menunggu setahun lagi untuk dapat mentas pada event nasional empat tahunan tersebut.

Demi keselamatan bersama, akhirnya Presiden RI, Joko Widodo resmi menunda pelaksanaan PON XX 2020 menjadi PON XX 2021. Penegasan tersebut disampaikan oleh orang nomor satu Indonesia dalam rapat terbatas via vidio conference bersama Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, dan jajaran Kementrian terkait, pada tanggal 23 April 2020.

Sedianya, PON XX Papua dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober – 2 November 2020 kemudian menjadi tanggal tanggal 2 – 15 Oktober 2021.

Kondisi virus Corona (Covid-19) di tanah air yang sampai saat ini terus meningkat membuat Presiden Jokowi, Pemerintah Papua menyepakati penundaan event olahraga kasta teratas Indonesia itu.

“Setelah mendengar keterangan dari Menpora, dan Pemerintah Papua, maka PON kita tunda ke tahun 2021. Anggaran-anggaran akan menyesuaikan semuanya, dan kita harapkan saat penyelenggaran 2021 posisi yang sangat siap,” ungkap Jokowi dalam vidio conference.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengapresiai putusan Presiden mengenai pelaksanaan PON di tanah Papua.

“Kami di provinsi Papua menerima dengan baik PON akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Kami juga melaporkan penanganan covid-19 di Papua cukup signifikan, memang dampak covid ini mempengaruhi persiapan PON di Papua dan persiapan venue sudah ada yang 100 persen serta lainnya tetap on the track,” jelasnya.

Kata Wagub, mundurnya PON ke Oktober 2021 juga menjadi kesempatan Papua untuk terus memantapkan persiapan. Sehingga dengan mundurnya PON dalam kurun waktu 1 tahun lebih dapat dimanfaatkan dengan baik agar dapat menjadi tuan rumah yang baik.

“Jadi, justru ini jadi kesempatan kita tuan rumah juga, dengan sisa waktu ini kita pakai menyelesaikan hal-hal yang belum selesai. Baik itu venue, dan persiapan atlet, persiapan panitia dan lain sebagainya. Dan dengan jeda waktu ini kita buat untuk menjadi yang terbaik di Indonesia,”  ujarnya.

Sementara itu, Menpora, Zainudin Amali menambahkan, bahwa Pandemi covid-19 sangat berdampak dengan pengiriman peralatan pertandingan maupun pendukung uang didatangkan dari luar negeri. Dimana beberapa negara masih menutup akses udara dan laut.

“Selain itu, beberapa kontingen juga telah meliburkan atletnya dari Pelatda, dan melakukan latihan mandiri. Sehingga prestasi PON menuju prestasi nasional tentu tidak akan maksimal,” jelasnya.

Ketua Harian PB PON, Yunus Wonda juga mengaku, dengan penundaan ini memberikan waktu bagi mereka untuk terus menyiapkan persiapan dengan matang.

“Putusan ini memberikan ruang waktu kepada kita untuk menyiapkan semuanya, karena tentu adanya covid-19 ini sangat berdampak kepada persiapan peralatan, karena sebagian besar peralatan kita datangkan dari luar negeri,” ujarnya.

“Sehingga dengan penundaan ini dapat memberikan waktu kepada kami untuk menyiapkan lebih baik lagi,” sambungnya.

Dirinya juga menegaskan, bahwa meski di tengah covid-19, PB PON tetap melakukan persiapan dengan baik.

Mengenai soal jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan, tetap mengacu pada SK Gubenur Papua dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga.

Tahun 2020, Papua selesaikan 12 venue.  Dalam menyambut PON XX 2021 dan Peparnas XVI 2021, pemerintah Provinsi Papua benar-benar konsisten dalam penyiapan. Khusus dari sisi penyiapan venue, hingga penghujung tahun 2020, pemerintah Papua melalui Dinas Olahraga dan Pemuda telah merampungkan 12 venue.

Dari 12 venue tersebut, 9 diantaranya dibangun baru dan 3 diantaranya bersifat renovasi. 9 venue yang dibangun baru diantaranya, Stadion Lukas Enembe, Lapangan Tenis Walikota, GOR GIDI, Menembak Indoor/Outdoor, Baseball/Softball (Auri/Uncen), Voli dan GOR Futsal Mimika.

Sementara 3 venue yang bersifat renovasi adalah venue GOR Cenderawasih, GOR Waringin (APBD Kota Jayapura melalui dana bantuan Provinsi) dan GOR Trikora Uncen.

Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Alexander Kapisa mengatakan bahwa 12 venue tersebut telah rampung. Bahkan 9 venue yang dibangun baru telah diresmikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe bersama Wakilnya, Klemen Tinal pada bulan Oktober lalu.

“Puji Tuhan dengan amanah dan tanggungjawab yang diberikan kepada kami di Dinas Olahraga dan Pemuda, khususnya dalam persiapan PON XX dan Peparnas XVI tahun 2021 yang saat ini menjadi tanggungjawab kami adalah pembangunan dan renovasi atas 12 venue yang menjadi tanggungjawab Pemprov Papua melalui Disorda telah selesai,” ungkap Alex sapaan akrabnya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (22/12).

Kata Alex, selain masih menyisahkan venue Rugby di tahun 2021, dirinya juga membeberkan bahwa kedepan Disorda Papua akan fokus pafa sisi perwatan dan pemelirahaan venue-venue yang telah rampung.

“Saat ini kami dari Disorda itu fokus kami adalah pada sisi perawatan dan pemeliharaan, mulai dari penyiapan kelembagaan, regulasi sampai dukungan penganggaran terhadap pemelihara dan perawatan venue-venue tersebut,” pungkasnya.

Tahun 2021, Pemerintah Pusat masih punya “PR”.  Penghujung tahun 2020, Pemerintah Pusat melalui Kementrian PUPR telah merampungkan empat venue dalam memberikan dukungan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 dan Peparnas XVI di tanah Papua.

Venue tersebut ialah, venue Aquatic, Istora, Cricket dan Hockey. Tapi di tahun 2021, pemerintah pusat masih menyisahkan tugas penting dalam mendukung event olahraga nasional empat tahunan tersebut.

Di tahun 2021, Kementrian PUPR masih akan menyelesaikan 3 venue, yakni Arena Dayung, Arena Sepatu Roda dan venue Panahan. Selain itu, Kementrian PUPR juga bertanggung jawab menyelesaikan penataan kawan yang berada di Kampung Harapan dan Doyo Baru.

Kepala satuan kerja pelaksanaan prasarana permukiman wilayah II Prov Papua, Anggoro Putro, ST, MSc, mengatakan, bahwa ketiga venue tersebut akan rampung sesuai target pada bulan April tahun 2021.

“Tahun 2021 belum ada pekerjaan yang baru, kami hanya fokus menyelesaikan kelanjutan pekerjaan kemarin, penataan kawasan kampung harapan dan doyo baru plus penuntasan 3 venue. Semuanya akan selesai di bulan April,” ungkap Anggoro.

Kata Anggoro, pihaknya terus konsisten menyelesaikan tugas mereka mereka di tengah pandemi Covid-19. Terbukti, empat venue di atas, Aquatic, Istora, Cricket dan Hockey selesai sesuai kontrak kerja.

Begitupun dengan progres venue Arena Sepatu Roda, Arena Dayung dan Panahan ditargetkan tuntas sesuai kontrak.

Anggoro juga membeberkan, bahkan di bulan Desember, mereka tidak meliburkan pekerjaan mereka. “Libur hanya saat Natal, tapi tanggal 26 sudah kerja walaupun tidak maksimal,” pungkasnya

Empat Venue temporary disiapkan Dinas PU Provinsi Papua. Pemerintah Provinsi Papua terus bergerak dalam menyambut Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021. Segala persiapan bidang terus dikebut. Termasuk persiapan venue pertandingan.

Hingga tahun 2020, pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Olahraga dan Pemuda telah menyelesaikan 12 venue, baik yang bangun baru maupun bersifat renovasi. Di tahun 2021, Pemprov Papua melalui Disorda masih menyisahkan venue Rugby.

Selain venue di atas, Pemerintah Papua melalui Dinas PUPR Papua juga akan menyediakan 4 venue sementara (temporary) atau non permanen yang akan dikerjakan di awal tahun 2021.

Venue sementara atau temporary yang akan dibangun oleh Dinas PU Papua ialah venue Layar, Selam Perairan, Gantole dan Paralayang.

“4 venue temporary itu dikerjakan dari teman-teman Dinas PU Papua, dan puji Tuhan semunya sudah diprogramkan dan dianggarkan,” ucap Plt Kadisorda Papua, Alexander Kapisa kepada Cenderawasih Pos.

Dirinya pun optimis, dari sisi venue, Pemerintah Papua telah siap menyambut event olahraga nasional empat tahunan itu.

“Saya dapat informasi dari teman-teman PUPR, mereka akan lelang dalam program multy years, jadi diharapkan Januari (2021) ini mereka sudah star pekerjaan,” ujar Alex.

Alex juga membeberkan, bahwa untuk venue Paralayang yang awalnya berada di Bukit Teletubis Sentani akan dipindahkan ke Buper Waena, Kota Jayapura.

KONI target tiga besar.  Gubernur Papua, Lukas Enembe menargetkan Papua akan menjadi juara umum di luar pulau Jawa dan masuk dalam lima besar secara umum pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 mendatang.

Tapi Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya mengaku bahwa kontingen Papua justru memiliki peluang besar untuk menjadi juara tiga secara umum. Bahkan menjadi juara umum pun terbuka lebar.

Sebab, Kenius mengatakan bahwa PON kali ini akan dilaksanakan di Tanah Papua, serta persiapan atlet Papua kini lebih siap dari pada PON-PON sebelumnya.

Tak hanya itu, kata Kenius, dari sisi peralatan latihan, KONI juga telah melengkapi setiap cabang olahraga dengan peralatan latihan yang mumpuni, sesuai dengan standar pertandingan kelas dunia.

“Jadi harapan kita dengan waktu yang panjang ini mereka bisa siapkan persiapan dengan baik. Kita bersyukur karena daerah lain itu tidak semua atlet ditampung. Tapi atlet Papua itu masih TC sampai saat ini, jadi kalau PON digelar tahun ini (2020), kita pasti unggul,” ujar Kenius kepada Cenderawasih Pos.

“Target kita ya harus bisa 3 besar jangan hanya 5 besar, memang Gubernur minta di 5 besar, tapi kita KONI targetkan 3 besar,” pungkas Kenius.

Kenius pun berharap, setiap atlet harus memiliki tanggungjawab untuk memberikan prestasi bagi kontingen Papua pada hajatan olahraga nasional empat tahunan tersebut. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: