Dorong Kekayaan Intelektual dari Timur Indonesia

By

Menkumham Yasonna H Laoly didampingi Kakanwil Kemenkumham Provinsi Papua, Anthonius M. Ayorbaba saat memberikan keterangan persnya di gedung Sasana Krida, kantor Gubernur Papua, Senin (22/8) (FOTO: Elfira/Cepos)

Yasonna Laoly Minta Kepala Daerah Lindungi Kekayaan Intelektual Komunal

JAYAPURA-Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI,  Yasonna H Laoly dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Papua mendorong kekayaan intelektual yang berasal dari ujung timur Indonesia.

Bahkan, untuk mendorong kekayaan intelektual yang berasal dari Papua, Kemenkumham sudah bekerja sama dengan para bupati dan DPRD yang ada di Papua.

“Dengan adanya kerja sama dengan Pemda, akan memudahkan kita untuk kekayaan intelektual komunul. Indikasi geografis akan banyak dan unik, jika terdaftar akan mempunyai nilai lebih,” ungkap Menkumham Yasonna H Laoly usai membuka Launching Mobile IP Clinic, penyerahan Pas Lintas Batas, penyerahan sertifikat Cipta dan giat lainnya di gedung Sasana Krida, kantor Gubernur Papua, Senin (22/8).

Yasonna Laoly juga mendorong kepala daerah di Papua untuk melindungi kekayaan intelektual komunal yang dimiliki daerah masing-masing. 

Yassona menjelaskan, kekayaan intelektual komunal seperti pengetahuan tradisional, indikasi geografis, ekspresi budaya tradisional dan lainnya penting dilindungi guna mencegah pengakuan orisinalitas atau pencurian warisan budaya oleh pihak lain. 

“Jangan sampai wilayah atau negara lain yang catat tradisi asli kita. Inventarisasi kekayaan intelektual komunal itu bukan saja mempunyai nilai perlindungan hukum, tapi juga punya nilai ekonomi apalagi dari kekayanan indikasi geografis,” jelasnya. 

Untuk itu, lanjut Yasonna, pihaknya bersama pemerintah kabupaten dan kota di Papua telah melakukan penandatangan nota kesepahaman untuk mendorong dan memudahkan dalam menginvetarisasi kekayaan intelektual komunal di Papua. 

“Dengan adanya kerja sama dengan pemerintah daerah akan memudahkan dan mendorong kita untuk mencatat kekayaan intelektual komunal. Tentunya indikasi geografis akan banyak yang unik-unik dan kalau terdaftar akan mempunyai nilai lebih dan punya nilai ekonomis,” imbuhnya.

Yasonna juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Papua untuk membantu UMKM mendaftarkan hak kekayaan intelektual. Menurutnya, perlindungan terhadap kekayaan intelektual akan memacu peningkatan kreativitas dan inovasi untuk pemulihan ekonomi nasional

“Dalam mempercepat kemajuan suatu negara, tidak cukup hanya bergantung pada kekayaan alam saja, sebab dunia mondern saat ini sangat tergantung pada inovasi dan kreatifitas,” tegasnya.

Lanjut Yasonna, hasil penelitian mencatat bahwa tingginya pendaftaran kekayaan intelektual dan inovasi di suatu negara sangat berkolerasi positif dengan pertumbuhan ekonomi. 

“Apakah itu tingginya pendaftaran merk dagang, atau paten inovasi yang berarti temuan tentang paten teknologi semakin tinggi, atau penciptaan lagu berarti tingginya seni yang bisa mendatangkan manfaat ekonomis kepada pencipta, maupun kepada performer dan penyanyinya,” jelas dia. 

Bersamaan dengan itu, Mobile Intellectual Property Clinic (Mobile IP Clinic) atau Klinik Kekayaan Intelektual Bergerak di Papua resmi diluncurkan kemarin. 

Peluncuran kegiatan itu dilakukan langsung oleh Menkumham Yasonna H Laoly didampingi Sekretaris Daerah Papua, Ridwan Rumasukun dan Kakanwil Kemenkumham Papua, Anthonius Ayorbaba di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua. 

Yassona mengatakan, kegiatan Klinik Kekayaan Intelektual Bergerak ini sudah dilakukan di beberapa tempat di tanah air. Tujuannya yakni memudahkan warga mendaftarkan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). 

“Kegiatan ini sebagai bentuk upaya jemput bola dari Kemenkumham dalam rangka pendaftaran HAKI. Ada sosialisasi juga didalam kegiatan tersebut. Jadi ini wujud Kemenkumham hadir di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya. 

Ia menambahkan, kegiatan Klinik Kekayaan Intelektual Bergerak ini merupakan langkah strategis dalam menyebarluaskan dan mendekatkan layanan kekayaan intelektual kepada masyarakat yang terkendala akan keterjangkauan akses internet dan lainnya. 

“Dengan teknologi yang ada sekarang memudahkan kita untuk mendaftarkan baik itu hak cipta, merk maupun lainnya,” kata dia. 

Yasonna juga mengingatkan bahwa Papua punya petarung petarung muda yang hebat di bidang olahraga. Apalagi didukung dengan fasilitas yang sangat cukup hasil dari Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menurutnya, fasilitas PON dimanfaatkan dengan baik dan harus menjadi sarana untuk mengembangkan talenta muda yang akan lahir dari tanah Papua, yang selanjutnya  bersaing dalam negeri maupun di kancah internasional.

“Pesan saya untuk generasi muda Papua gantungkan cita-citamu setinggi langit. Kalaupun jatuh maka jatuhnya di antara bintang-bintang. Tapi gantungkan cita-cita dibarengi dengan usaha dan kerja untuk mencapai cita-cita itu,” kata dia.

“Saya titip kepala daerah dorong anak muda Papua untuk belajar, hanya dengan  kualitas pedidikam kita maju kedepan menuju Indonesia yang lebih baik adil dan Makmur,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Papua, Anthonius Ayorbaba menuturkan, kegiatan Klinik Kekayaan Intelektual Bergerak atau Mobile IP Clinic di Papua digelar mulai 22 sampai 25 Agustus 2022. 

“Ini sebagai wujud kehadiran negara memberikan perlindungan hukum dan peningkatan kesejahteraan bagi warga negara khususnya masyarakat Papua,” tegasnya.

Dikatakan, tema pada Kegiatan Mobilce IP Clinic di Papua ini yakni Penguatan Peran Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Birokrasi Melalui Tata Kelola Yang Akuntabel dan Transparan Menyambut Otonomi Baru.

“Kegiatan yang dilakukan dalam Mobile IP Clinic ini meliputi, penguatan layanan kekayaan intelektual, Booth Layanan Konsultasi Pendaftaran Kekayaan Intelektual oleh Tim Expert DJKI, dan pelatihan bagi fasilitator Drafting Paten,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: