dr Anton Mote: Gubernur Papua Perlu Dirawat!

By

Tim dokter RS Mounth Elisabeth kembali lakukan permeriksaan kesehatan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe di kediamannya di Koya, Minggu (30/10) kemarin. (Foto Rein)

Tim Dokter Singapura Kembali Periksa Lukas Enembe di Kediamannya

JAYAPURA – Tim dokter RS Mounth Elisabeth kembali lakukan permeriksaan kesehatan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe di kediamannya di Koya, Minggu (30/10). Adapun tim dokter terdiri dari spesialis ginjal, dokter jantung dan dokter neurologi ditemani 1 orang perawat profesional.

 Terlihat dokter Singapura, tiba ke kediaman Lukas Enembe di Koya sekira pukul 10.44 WIT. Ada tiga dokter spesialis yang datang dan masing-masing akan melakukan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe selama kurang lebih satu 45 menit. Jadi dibutuhkan waktu kira-kira dua jam untuk memeriksa Gubernur.

 Begitu dokter spesialis Singapura datang, tim dokter segera menyiapkan hasil laboratorium untuk memudahkan pemeriksaan. Sampel urine yang diambil segera dibawa ke RS Dok 2 Jayapura. Tiga dokter spesialis yang hadir, dr. Fransisko ahli ginjal asal Mexico, dr Ahmad Takur ahli neurologis dan syaraf, dr Patrick Chan ahli hati dan jantung, serta suster perawat Mardiana dari RS Mount Elisabeth Singapura. Terhitung dua jam pemeriksaan dilakukan mulai dari pukul 10.44 WIT hingga 14.05 WIT.

 Dokter pribadi gubernur, dr Anton Mote menyampaikan, kedatangan Tim dokter RS Mounth Elisabeth sehari full di kediaman orang nomor 1 di Papua untuk melakukan perawatan lanjutan. “Alat medisnya disediakan dari Rumah Sakit Umum Daerah Dok II yakni EKG dan pasien monitor,” ucap dr Anton Mote saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (30/10).

 Dr Anton Mote menyampaikan, usai melakukan pemeriksaan kesehatan sehari full di kediaman Gubernur. Senin (31/10), dokter Singapura langsung kembali. Ia juga menyampaikan jika kondisi Gubernur secara umum masih melakukan perawatan lanjutan, dan setiap hari dilakukan observasi yang dianjurkan oleh dokter sebelumnya.

 “Dilakukan juga pemeriksaan fisik pasien, dan ada beberapa tambahan obat, tambahan dosis, termasuk ada beberapa pemeriksaan yang harus kami laporkan secara kontinu,” terangnya.

 Lanjut dr Anton Mote, Gubernur Papua dianjurkan untuk melakukan fisioterapi, melakukan konsultasi ketat terkait dengan diet gula dan direkomendasikan untuk dipantau  juga oleh dokter spesialis gizi.

 “Mestinya Pak Lukas melakukan perawatan konsultasi langsung dengan doker yang ada di Singapura yang selama ini beliau berobat secara kontinu. Untuk beberapa hari kedepan konsultasinya lewat online,” jelasnya.

 “Nanti akan ditentukan kembali untuk kedatangan dokter spesialis melakukan  pemeriksaan fisik langsung terhadap gubernur. Dokternya tetap dijadwalkan lagi kembali,” sambungnya.

 Kepala IGD RS Dok Dua Jayapura, Gabriel Matine menyampaikan, sebelum dilakukan pemeriksaan oleh dokter spesialis Singapura, pihaknya telah mengambil darah Lukas Enembe dan menghidupkan alat-alat medis yang ada di samping kanan-kiri tempat tidur gubernur. 

“Sudah diambil darahnya (Lukas Enembe-red) dan sampel darah sudah dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa, sedangkan hasilnya baru ketahuan pada sore hari,” kata Gabriel.

Selain darah, akan dicek juga rekam jantung dan urine dari Gubernur. Untuk pemeriksaan urine, tadi agak lama, mungkin karena Pak Gubernur kurang minum air putih.

 Untuk pemeriksaan darah kata Gabriel, tercatat sudah tiga kali gubernur diambil darah. Terlihat di samping tempat tidur gubernur, alat seperti Devebilator, untuk pasien gagal jantung, alat rekam irama jantung, BCD monitor untuk mengukur tensi O2, dan irama jantung serta alat oksigen portable. 

 Menurut dokter pribadi Lukas Enembe, dr Anton Mote, pemeriksaan pada Minggu ini merupakan pemeriksaan lanjutan. Nantinya akan ada pemeriksaan lanjutan karena Pak gub masih dalam perawatan.

 “Jadi bukan check up, mustinya, perawatan ini rutin dilakukan tiap hari, diobservasi oleh masing masing bidang, jantung, syaraf, ginjal tiap hari. Kalau pemeriksaan dengan dokternya, yang datang seperti ini, sangat tidak efektif, harusnya langsung di fasilitas kesehatan,” ucap dr Mote.

 Dari hasil pemeriksaan dokter Singapura, untuk pengobatan penyakit stroke yang sudah empat kali dialami Lukas Enembe, perlu dilakukan fisioterapi. Dan tetap perlu rujukan MRI.  Sedangkan untuk penyakit ginjalnya, perlu dilakukan crosscheck darah kembali. Untuk penyakit jantungnya, perlu diobservasi obat kembali.

 “Usai diperiksa, Lukas Enembe disuntik untuk menurunkan kadar kolesterolnya dan diberi resep penambahan obat. Dokter Singapura juga memita ada penambahan ahli gizi untuk memantau konsumsi makanan Pak Gub. Ketika diperiksa pun, tensi darah Lukas Enembe terhitung tinggi, 190,” terangnya.

 Sementara itu, Anggota THAGP, Petrus Bala Pattyona, S.H., M.H., mengatakan, ada lima anggota tim hukum yang mendampingi Lukas Enembe, mereka adalah Stefanus Roy Rening, Petrus Bala Pattyona, Aloysius Renwarin,  dan Petrus Jaru serta Antonius Eko Nugroho.

 “Kedatangan kami untuk menyaksikan pemeriksaan kesehatan dan mendampingi Pak gub,” ujar Petrus. Ditambahkannya, pihaknya masih menunggu kedatangan tim dokter IDI dan dokter KPK.

 Sementara itu, menurut Aloysius Renwarin, pihak keluarga Lukas Enembe dan masyarakat menunggu kedatangan KPK ke kediaman Gubernur. “Kami masih terus menunggu kedatangan mereka (KPK-red) dan keluarga hingga kini kooperatif,” ujar Aloysius.

 Disinggung soal biaya pengobatan Gubernur Papua, Roy menyampaikan jika biaya pengobatan Lukas Enembe menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Biaya pengobatannya dari negara, menggunankan APBD. Sebab dia (Lukas Enembe-red) masih gubernur aktif,” tegasnya.(fia/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: