dr.Donal Willem S.Aronggear, S.B (K), Kembali Pimpin IDI Papua

By

Dr.Donal Willem S.Aronggear, S.B (K), Ketua IDI Wilayah Papua 2022-2024.(foto: Karel/Cepos)

JAYAPURA-Musyawarah Wilayah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua, yang di gelar di Hotel Horison Jayapura, Sabtu, (21/5) secara aklamasi menyatakan bahwa dr.Donal Willem Aronggear, S.B (K), Kembali terpilih sebagai ketua IDI wilayah Papua untuk periode 2022-2024. Keputusan itu telah termuat dalam surat Sk No. Sk: 06/Muswil IDI Papua/V/2022 tentang hasil pemilihan ketua IDI Wilayah Papua periode 2022-2024.


dr. Tunggul Birowo, M H, selaku Pengurus Besar (PB) IDI Pusat menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat atas terpilihnya ketua baru IDI Wilayah Papua. Dikatakannya kegiatan musyawarah wilayah ini merupakan rutinitas setiap tiga tahun sekali yang mana hal ini sesuai dengan AD ART IDI Indonesia.

“IDI wilayah adalah representasi dari pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia tentu sebagai penerus kebijakan dari IDI Pusat, diharapkan setiap pengurus IDI wilayah mampu mengkorelasikan kepada IDI cabang yang ada di setiap wilayah. Dan hal yang tidak kalah penting saling bahu membahu menyelesaikan segala program kerja yang ada”, tuturnya

Sementara itu dr.Donal Willem Aronggear, S.B (K), mengaku bangga dan terharu atas mandat yang dipercayakan oleh seluruh Pengurus IDI Wilayah Papua karena diberikannya kepercayaan untuk memipin IDI wilayah papua pada periode kedua.

“Kepercayaan ini harus diterima dan hal utama yang dilakukan adalah pegang teguh kepercayaan dari semua pengurus IDI wilayah papua. Serta Membangun kebersamaan antara pengurus sangatlah penting, karena jika tidak solid maka suatu organisasi tidak akan berjalan normal”, tuturnya.

Dikatakannya begitu banyak persoalan yang ada di Papua yang membutuhkan kerjasama antar pengurus IDI wilayah dan selama dia menjabat sebagai ketua IDI persoalan yang menjadi sasaran utama yang dia kerjakan adalah mengatasi persoalan pandemi, serta upaya memberikan keselamatan kepada tenaga medis di wilayah rawan konflik.

“Pada periode sebelumnya kami fokus menangani persoalan covid 19, alhasil persoalan pandemi saat ini semakin membaik”, tuturnya

Selain itu dia juga mengungkapkan bahwa saat ini begitu banyak tenaga medis yang masih ragu untuk bertugas di daerah rawan konflik hal ini disebabkan karena tingkat keamanan bagi petugas kesehatan masih rendah. Sehingga diharapkan perlu adanya perhatian serius dari pemerintah.

“Dampak dari pada itu menyebabkan angka kematian ibu dan anak di Papua saat ini masih tinggi tentu persoalan ini perlu adanya perhatian serius dari tenaga kesehatan namun terlepas dari pada itu perlu adanya jaminan perlindungan pada pelayanan kesehatan.

Jika tingkat keamanan dan kenyamanan petugas kesehatan terjamin maka segala persoalan yang ada di papua ini pastinya bisa di atasi”, tuturnya.

dr.Donal Willem Aronggear juga mengungkapkan diharapkan petugas kesehatan betul betul serius dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan harus sesuai dengan sumpah jabatannya. Sehingga masyarakat betul betul merasakan manfaat kehadiran petugas kesehatan di Papua, selain itu segala peroalan terkait dengan permasalahan kesehatan bisa diatasi.

“Dalam memberi pelayanan tidak boleh adanya tebang pilih. Harus disamaratakan sesuai kebutuhan masyarakat. Harus taat dengan sumpah jabatan”, terangnya.

Menurutnya hal lain yang menjadi kendala saat ini dalam hal pelayanan kesehatan di papua, kurangnya ketersediaan fasilitas yang memadai bagi petugas kesehatan khususnya di daerah pedalaman.Hal ini perlu adanya repon dari pemerintah selaku pemangku kebijakan agar segala pelayanan kesehatan bisa terpenuhi. (CR-267/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: