Dua Akun Palsu Dilaporkan ke Polisi

By

Pj Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, M.Si, bersama Kapolres Merauke, AKBP Sandi Sultan, SIK dan Plt Asisten I Setda Provinsi Papua Selatan Drs. Agustinus Joko Guritno, M.Si saat memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur Papua Selatan, Selasa (10/1), kemarin.  (FOTO:Sulo)  

**Tipu Masyarakat Lewat Medsos dengan Mencatut Nama Pj Gubernur PPS

MERAUKE– Pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan mulai dimanfaatkan oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi. Dengan memanfaatkan media sosial, khususnya facabook, orang yang tak bertanggung jawab tersebut mencatut nama  Pj Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, M.Si  menghubungi sejumlah orang dengan menjanjikan pekerjaan atau jabatan dengan membayar sejumlah uang. 

Pj Gubernur Papua  Selatan Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, M.Si  didampingi Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK dan Plt Asisten I Bidang Pemerintah Umum dan Kesra Provinsi Papua Selatan Drs. Agustinus Joko Guritno, M.Si, mengimbau warga untuk bijak dalam menggunakan media sosial. 

Imbauan ini  disampaikan Pj Gubernur PPS terkait dengan adanya laporan dan pengaduan dari masyarakat yang belakangan ini adanya akun di media sosial yang mengatasnamanakan pejabat baik pejabat negara yang ada di tingkat nasional maupun pejabat di daerah melakukan penipuan kepada masyarakat dengan meminta sejumlah uang,  menjanjikan pekerjaan maupun  jabatan tertentu di lingkungan pemerintah Provinsi Papua Selatan.

 ‘’Pertama adalah akun bernama Apolo Sanfanpo. Yang mana akun faceboook ini telah menghubungi beberapa pihak dan meminta sejumlah uang dengan menjanjikan pekerjaan maupun jabatan. Nama Apolo Sanfanpo, bahwa Sanfanpo itu bukan nama kami. Nama kami adalah Safanpo,’’ jelasnya.  Akun facebook ini jelas dia, sudah melakukan penipuan kepada banyak pihak dan dirinya pernah melaporkan ke Polda Papua dan telah ditindaklanjuti opleh Cyber Crime Polda Papua dengan melakukan penelusuran rekening yang disampaikan kepada masyarakat untuk mendapatkan sejumlah uang. 

‘’Ternyata rekening itu atas nama Budiono dan yang bersangkutan mengaku kalau dia Sekpri Pj Gubernur Papua Selatan. Kami mau sampaikan bahwa di kantor ini tidak ada staf yang namanya Budiono. Karena itu, apabila masyarakat mempunyai kepentingan dengan pemerintah Papua Selatan untuk langsung datang ke kantor guna mendapatkan pelayanan,’’ jelasnya.   

Sementara itu, akun kedua, lanjut Pj Gubernur bernama Apsa Christian Lombardi.  Akun ini, lanjut  Pj Gubernur Apolo Safanpo juga mengatasnamakan Gubernur Papua Selatan dan melakukan penipuan terhadap beberapa orang. 

  ‘’Saat ini saya bersama dengan Kapolres Merauke dan Asisten I, mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar bijaksana dalam menggunakan media sosial. Apabila  ada masyarakat mendapatkan informasi dari seseorang melalui berbagai media, baik media elektronik, cetak, sosial maupun informasi secara lisan maupun tertulis di ruang-ruang privat maupun publik agar melakukan beberapa langkah sebelum mengambil keputusan,’’ imbau Pj Gubernur PPS. 

Langkah  pertama yang harus dilakukan, lanjut dia, adalah memeriksa otentitas dari dokumen atau akun yang sedang berkomunikasi tersebut. Langkah kedua melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait dan ketiga bisa menghubungi nomor kontak resmi baik pejabat yang bersangkutan maupun melalui Sekretariat Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Ini supaya informasi yang diperoleh tersebut dapat dapat diklarifikasi dan dikonfirmasi.  

Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK, mengaku telah mendapatkan laporan dari Pj Gubernur adanya upaya penipuan di masyarakat lewat media sosial. ‘’Kemarin gubernur sudah sampaikan kemarin sore dan hari ini beliau akan melaporkannya dan kami di kepolisian mulai hari ini akan bekerja 1×24 jam terkait 2 akun-akun yang mengatasnamakan Sanfanpo dan Apsa. 

Ini akan kami cek. Kalau  dia di luar Polda Papua,  kami akan kerja sama dengan Polda dalam hal ini Dirkrimum untuk bisa koordinasi dengan Polda yang mana akun tersebut ditemukan. Tapi penindakannya nanti langsung dari Polres Merauke,’’ jelasnya.  

   Kapolres Sandi Sultan mengungkapkan bahwa setiap ada pergantian pejabat, banyak yang merugikan pejabat tersebut karena namanya dicatut untuk meminta uang. Karena itu, ia meminta dan mengimbau masyarakat jika ada seseorang yang menghubungi dengan mengatasnamakan pejabat  tersebut untuk dicros cek dengan baik dan kalau perlu didatangi langsung  agar tidak menjadi korban penipuan.(ulo/tho)    

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: