Dua Jam Lebih Lakukan Olah TKP Penembakan

By

Unit Investigasi Subsatgas Lidik Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz ketika mengecek kondisi pesawat yang ditembak oleh KKB saat mendarat di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Kamis (9/6) ( FOTO: Humas Polda Papua)

JAYAPURA-Polisi hingga Kamis (9/6) kemarin masih penyelidikan terkait penembakan pesawat SAM Air di Keneyam, Kabupaten Nduga.  

Unit Investigasi Subsatgas Lidik Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz bersama Polres Nduga melakukan olah TKP guna mengumpulkan data dan fakta lapangan. 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH., saat dikonfirmasi mengatakan Unit Investigasi Subsatgas Lidik Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz Bersama Polres Nduga melakukan olah TKP selama dua jam lebih. 

 “Tim Satgas Damai Cartenz 2022 bersama Polres Nduga berangkat menuju TKP sejak pukul 07.30 WIT dan tiba pukul 07.50 WIT  kemudian dilanjutkan melakukan olah tepat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui jenis senjata api yang digunakan para pelaku serta detail kerusakan pada pesawat itu sendiri,” ungkap AM Kamal. 

Dikatakan Kamal, dalam olah TKP tersebut juga diikuti personel Unit Investigasi Subsatgas Lidik Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz, anggtota Polres Nduga,  anggota Satgas Preventif dan Tindak Ops Damai Cartenz dan Satgas Elang TNI. 

 “Proses Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) berlangsung dari pukul 07.50 Wit sampai 10.00 WIT dimana akan dilanjutkan olah TKP tahap selanjutnya pada Jum’at  (10/6) ,” tutup Kamal. 

Saat ini masih didalami jenis senjata yang digunakan oleh pelaku termasuk jarak tembak dan tujuan dari penembakan pesawat sipil tersebut. Namun menurut Juru Bicara TPN PB, pihaknya tidak segan – segan mengeksekusi pesawat sekalipun pesawat sipil karena pesawat sipil dianggap kerap mengangkut personel TNI-Polri termasuk bahan makanan untuk anggota Satgas. “Kami sudah ingatkan untuk tidak mengangkut anggota TNI Polri karena  akan kami anggap bersekongkol,” singkat Sebby. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: