Dua Rekan Setim Berburu Triple Gelar di Final

By

LUSAIL – Tidak ada kejutan di semifinal Piala Dunia kali ini. Semuanya berjalan sesuai ”rencana”. Itu terjadi setelah Prancis mengalahkan kuda hitam Maroko 2-0 dalam laga semifinal kemarin (15/12) dini hari WIB di Stadion Al Bayt, Al Khor, Qatar.

Artinya, Les Bleus bakal menghadapi Argentina dalam laga final Minggu (18/12) malam WIB lusa di Stadion Ikonik Lusail. Sorotan tentu saja langsung mengarah kepada ikon masing-masing tim. Megabintang Argentina Lionel Messi dan andalan Prancis Kylian Mbappe. Bentrokan mereka berdua layak dilabeli M2M.

Boleh dibilang, selama 15 tahun terakhir, La Pulga alias Si Kutu (julukan Messi) selalu berada di puncak. Di Qatar kali ini dia akan menjalani Piala Dunia pemungkas. Sebaliknya, Mbappe yang pada 20 Desember mendatang genap berusia 24 tahun baru menapak karier cemerlangnya dalam empat tahun terakhir.

Tetapi, Donatello –julukan Mbappe– bisa dibilang sudah mengungguli Messi lantaran sudah pernah juara di Rusia empat tahun lalu. Kini dia membidik back-to-back juara. Bandingkan dengan Messi yang sudah tampil di empat Piala Dunia, tapi belum sekali pun meraih gelar.

Final kali ini yang kedua baginya setelah jadi runner-up edisi 2014. Kala itu Albiceleste ditundukkan Jerman di partai puncak. ”Messi tampil gemilang sejak awal (Piala Dunia kali ini, Red). Empat tahun lalu semuanya berbeda. Dia bermain sebagai striker. Sekarang sebagai salah satu dari dua striker atau tepat di belakang striker,” jelas Didier Deschamps, pelatih Prancis, seperti dikutip dari Associated Press.

Messi dan Mbappe saat ini telah mengoleksi lima gol. Artinya, mereka berdua bisa memenangi Piala Dunia dan Golden Boot (top scorer) sekalian berujung Golden Ball (pemain terbaik). Triple gelar.

Kebetulan pula keduanya bergabung di klub yang sama, Paris Saint-German (PSG). Sama seperti ketika Mbappe harus berduel dengan sahabatnya di klub tersebut, Achraf Hakimi, di semifinal kemarin dini hari WIB.

Lebih jauh, duel Argentina kontra Prancis juga menjadi adu gengsi kontingen Amerika Latin dan Eropa. Secara keseluruhan di 10 pertemuan final Piala Dunia antara Amerika Latin dan Eropa, 7 kemenangan dikoleksi wakil Amerika Latin. Jika menang, Prancis tak cuma akan menipiskan perbedaan jumlah kemenangan di antara dua adidaya sepak bola dunia tersebut. Tapi sekaligus jadi tim pertama yang bisa back-to-back juara Piala Dunia setelah Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962. (io/c9/ttg)

Agresivitas Les Bleus

BERDASAR komparasi statistik laga yang telah mereka jalani sejauh ini di Piala Dunia 2022, Les Bleus Prancis mencatat jumlah tendangan dan gol lebih banyak ketimbang calon lawannya di final, Albiceleste Argentina. (*)

Argentina Prancis

6 Laga 6

73 Tendangan 92

12 Gol 13

7 Umpan gol 11

36 Dribel sukses 56

98 Tekel sukses 119

42 Intersep 67

90 Sapuan 80

4 Penyelamatan 12

19 Offside 12

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: