Dugaan Penyalahgunaan Dana Sentra Pendidikan Rugikan Negara Rp 1 M

By

JAYAPURA-Direktorat Reskrimsus Polda Papua sedang menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi, penyalahgunaan dana penyelenggaraan sentra Pendidikan pada OPD Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika tahun anggaran 2019.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, penanganan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/206/VIII/Res.3.1./2020/SPKT/POLDA PAPUA, tanggal 8 Agustus 2020 dan surat perintah penyidikan nomor:sprin.Sidik/186.a/VIII/RES.3.1./2020/Ditreskrimsus, tanggal 8 Agustus 2020.

“Dalam kasus ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 65 orang saksi, dengan  barang bukti yang disita sebanyak 55 buah dokumen,” ucap Kamal kepada wartawan di Media Center Polda Papua, Senin (28/9)

Adapun pasal yang dipersangkakan, pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 UU RI no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Ia menerangkan, Sentra Pendidikan adalah sekolah berpola asrama yang terdiri dari SD Negeri Sentra Pendidikan, SMP Negeri Sentra Pendidikan dan SMP Negeri 5 Sentra Pendidikan yang dikhususkan untuk putra-putri asli dari berbagai suku di Kabupaten Mimika yakni suku Amugme, Kamoro dan lima suku kekerabatan lainnya.

Lanjut Kamal, pada tahun 2019 sentra Pendidikan Kabupaten Mimika mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 14.183.983.592 untuk kegiatan belanja pengadaan makan minum siswa-siswi, guru, pamong asrama dan karyawan sentra pendidikan.

Terhadap alokasi anggaran tersebut, kegiatan untuk makan minum siswa-siswi, guru, pamong asrama dan karyawan untuk sentra Pendidikan Mimika yang terealisasi senilai Rp 12.731.255.900 yang terdiri dari dua kontrak yaitu kontrak Nomor: 082/kontrak-JL/DP/2019 pada (26/11/2019) dengan nilai kontrak Rp 8.056.673.900 dan kontrak nomor: 077/kontrak-JL/DP/2019 (2/9/2019) dengan nilai kontrak Rp 4.674.582.000.

“Terhadap kegiatan atau belanja untuk makan siswa-siswi, guru, pamong asrama dan karyawan untuk sentra Pendidikan dilaksanakan tidak sesuai ketentuan. Sehingga dapat berpotensi kerugian keuangan negara senilai 1 milyar rupiah,” kata Kamal. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: