Dukung Tempat Pemakamana Baru, TPU Lama Harus Tetap Diperhatikan

By

Ety salah satu warga yang berziarah dan membersihkan makam keluarganya di Pekuburan Kristen Tanah Hitam, Jumat (8/7). (FOTO: Karel/Cepos )

Ketika Pemerintah Kota Mencari Tempat Alternatif Penganti Kuburan Kristen  Tanah Hitam

Kondisi tempat pemakaman umum (TPU) Kristen di Tanah Hitam saat ini sudah sangat padat. Karena itu, Pemerintah Kota Jayapura berencana untuk mencari lokasi baru untuk tempat pemakaman Kristen di Buper Waena. Seperti Apa tanggapan Masyarakat terkait Wacana Ini. 

Laporan: Carolus Daot_Jayapura. 

Wacana pemindahan Pemakaman umum Kristen, yang terletak di kelurahan Awiyo, Distrik Abepura, Kota Jayapura, disambut baik oleh masyarakat. Jumat (8/7) kemarin wartawan Cendrawasih pos bertandang ke lokasi pemakaman umum kristen Tanah Hitam, Abepura. Saat hendak memasuki lokasi kuburan Wartawan Cepos bertemu dengan para peziarah yang hendak pulang dari pemakaman keluarganya. 

   Meski dibawah terik matahari,  para peziarah ini meladeni Cenderawasih Pos untuk berbincang bincang terkait dengan wacana pemindahan lokasi pemakan umum Abpura ke Buper Waena. Salah satu peziarah bernama Margareta mengaku sangat mendukung rencana Pemkot Jayapura. Karena dengan melihat kondisi pemakaman umum Abepura yang tidak memungkinkan lagi untuk menampung lebih banyak lagi kuburan baru, maka pemindahan lokasi salah satu solusi yang paling tepat.

  Margareta pun mengatakan lokasi baru harus disertai dengan inovasi yang baru. Sebab menurut dia pemakaman umum Abepura sebenarnya masih bisa menampung banyak pemakaman baru. Hal itu bisa dilakukan jika penataanya sejak awal ditata dengan baik. Tapi karena kurangnya perhatian yang serius dari pemerintah sehingga yang terjadi saat ini kelihatannya seperti tidak teratur dan tidak terawat.

   Margareta pun mengaku sangat disayangkan lahan yang luas, justru terlihat kecil. Harusnya pemerintah Kota Jayapura bisa memperhatikan kondisi kuburan umum Abepura dengan baik. Karena adanya kuburan umum Abepura dapat memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Diapun mempertanyakakan fungsi dari kantor TPU di pemakaman umum Abepura, karena menurut dia adanya Kantor TPU itu sangat tidak memberikan manfaat lebih pada pengelolahan lahan di Pemakaman Umum Abepura. 

   Hal yang paling disesalkan oleh Margareta di Kuburan umum Abepura adalah tingkat keamananya yang sangat rendah. Margareta mengatakan bahwa seringkali peziarah mendapatkan perlakukan tidak baik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di Pemakaman Umum Kristen Abepura selama ini. Diapun berharap jika memang wacana pemindahan lokasi itu terealisasi, maka wajib bagi pemerintah kota untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat kota yang memiliki pemakaman di Abepura. Karena jika tidak, maka akan menimbulkan polemik di masyarakat.

   Hal lain yang dia harapkan dari wacana ini agar pemerintah tetap serius mengawasi pemakaman umum yang lama sehingga kondisinya tetap terjaga dan terawat. “Jujur kami sangat mendukung wacana itu, tapi tolong tetap perhatikan kuburan umum Abepura agar tetap terjaga dan terawat,” ujr Margareta. 

  Hal lain yang dia harapkan dari wacana pemindahan pemakaman ini berharap pemerintah kota lebih serius mengelolah pemakaman baru, terutama terkait dengan biaya administrasi. Karena menurut dia yang terjadi selama ini biaya administrasi untuk satu liang lahat sudah tidak sesuai dengan acuan dasar dari pemda kota. 

Aturannya administrasi untuk satu liang lahat hanya Rp 1,5  juta, tapi kenyataan yang ada selama ini tidak sesuai. Bahkan pembiayaannya sangat besar, kasian masyarakat yang tidak mampu,” terang Margareta.

  Margareta juga berharap walaupun lokasi pemakaman umum Abepura di pindah ke tempat baru diupayakan pemakaman yang lama tetap diurus. Jika hal itu bisa dilakukan maka pemakaman lama bisa dijadikan tempat wisata bagi masyarakat. 

  “Kalau bisa kami minta agar pengurus  TPU Abepura betul betul bekerja, karena kelihatannya sekarang ini TPU Abepura  sepeti hutan,” ujarnya.

  Setelah berbincang dengan Margareta, Cenerawasih Pos meninjau lokasi TPU Abepura yang baru di bagian belakang, namun  sampai di bagian tengah lokasi pemakaman wartawwn melihat ada masyarakat yang sedang mengerjakan perbaikan kuburan.

  Pria yang mengerjakan kuburan itu bernama Edi. Saat ditanya terkait wacana pemindahan TPU ke Buper, Edi mengaku mendukung, karena menurut dia hal itu merupakan solusi yang tepat. Tapi Edi berharap TPU yang baru bisa ditata dengan baik, sehingga pemanfaatan lahan yang ada betul betul berfungsi dengan baik.

  Edi mengungkapkan hal utama di TPU lama ini pungutan liar yang banyak. Selain itu terkait penggalian liang lahat secara liar. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pengawasan yang ketat dari pemda sehingga pengalian liar itu terjadi. 

   Dia juga mengharapkan agar di TPU lama dipasang lampu penerangan, sehingga walaupun tidak lagi digunakan kedepannya, masyaraakt tetap berkunjung ke TPU untuk berziarah. “Hampir setiap sore banyak peziarah yang datang, sehingga sangat perlu sekali ada penerangan di TPU ini,” ujar Edi. (*/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: