Ekspor Papua Turun 24,68 Persen

By

JAYAPURA – Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Carolina mengatakan,  ekspor Papua pada Oktober 2021 tercatat senilai US$ 424,26 juta atau menurun sebesar 24,68 persen dibanding bulan sebelumnya yang senilai US$563,28 juta. Dilihat dari jenisnya, ekspor Papua pada bulan ini hanya berupa ekspor nonmigas senilai US$424,26 juta.

 “Ekspor bulan ini terbesar berasal dari Pelabuhan Amamapare yaitu senilai US$394,39 juta atau dengan kata lain 92,96 persen dari total ekspor Papua. Secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari-Oktober 2021 adalah senilai US$3.516,53 juta atau meningkat 211,05 persen dibandingkan total ekspor Januari-Oktober 2020 yang senilai US$1.130,55 juta,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (15/11).

 Lanjutnya, nilai ekspor golongan bijih logam, terak dan abu (HS26) pada Oktober 2021 tercatat senilai US$394,39 juta atau menurun 29,39 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang senilai US$558,53 juta. Ekspor golongan bijih logam, terak dan abu (HS26) berasal dari PT. Freeport Indonesia dan dimuat di Pelabuhan Amamapare di Kabupaten Mimika. 

 “Ekspor golongan Kayu & Barang dari Kayu (HS44) senilai US$29,87 juta. Tidak terdapat ekspor golongan Ikan & Hewan Air Lainnya (HS03) dan nonmigas lainnya pada bulan ini yang dikirimkan langsung dari pelabuhan di Papua,” tambahnya.

 Diakuinya, nilai kumulatif ekspor golongan bijih logam, terak dan abu (HS26) pada periode Januari-Oktober 2021 sebesar US$3.403,62 juta. Nilai ini meningkat 221,89 persen apabila dibandingkan dengan periode Januari-Oktober 2020 yang sebesar US$1.057,38 juta. 

 “Golongan Kayu & Barang dari Kayu (HS44) memiliki nilai kumulatif Januari-Oktober 2021 sebesar US$96,08 juta. Nilai ini meningkat sebesar 75,60 persen apabila dibandingkan dengan periode Januari-Oktober 2020 yang sebesar US$54,72 juta,” tambahnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: