Empat Bupati Bahas Masalah Pemasaran Beras

By
Bupati dari 4 kabupaten di Selatan Papua saat bersama dengan Anggota Komisi  IV DPR RI Sulaeman  Hamzah membahas  persoalan pemasaran beras petani Merauke di Merauke, Senin (14/10) ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE- Dalam rangka  mengatasi  permasalahan pemasaran   beras   yang dialami  oleh  para petani  di Merauke, Anggota  Komisi IV DPRD RI  Drs. H.  Sulaeman  Hamzah   mempertemukan  bupati 4 kabupaten  di Selatan   Papua, termasuk   pihak Bulog, di SwissBelhotel Merauke, Senin  (14/10).

   Hadir    dalam pertemuan   ini adalah  Bupati Asmat  Elisa Kambu, SSos, Wakil Bupati  Boven Digoel Chaerul Anwar, ST,  Sekda  Kabupaten Merauke Gregorius  Tuantana dan Kepala Dinas  Tanaman Pangan   Kabupaten Merauke Edi Santoso mewakili bupati.   Hadir pula  Kepala Kanwil Bulog Wilayah Papua dan Papua  Barat Sopran Kennedy.  

   Sulaeman   Hamzah berinisiatif  untuk  mengundang para  bupati di 4 kabupaten  tersebut terkait dengan  aspirasi masyarakat  yang disampaikan kepada pihaknya selaku wakil rakyat  di  Papua.  “Persoalan ini juga saya sudah sampaikan ke pusat dalam  rapat resmi di Komisi   bersama dengan Kementerian Pertanian, Dirut  Bulog  dan  instansi terkait  lainnya. Kami juga sudah berkoordinasi   dengan Kadivre  Bulog   Papua dan Papua  Barat  dan Bulog Merauke khususnya,” kata  Sulaeman Hamzah.  

   Dikatakan,  aspirasi masyarakat  terutama  petani tersebut adalah menyangkut penyerapan  beras  yang  pada tahun  2019  ini cukup serius dihadapi  oleh para petani di Merauke. ‘’Dulu   kita menghendaki  supaya produksi  digenjot  terus  untuk memenuhi kebutuhan. Sekarang   kesulitan kita di pemasaran,’’ katanya.    

   Menurutnya, saat ini akibat   kesulitan pemasaran   yang dialami  petani tersebut berdampak kepada petani. Sebab, petani    memiliki tanggungan  kredit   ke   bank yang  harus  dibayar  agar tidak jatuh tempo dan itu  kait mengkait.  

  “Kalau dulu ada  persoalan pupuk dan sekarang kami sudah selesaikan. Saya    dengan kepala Dinas Pertanian mediasi dan menghadirkan produsen  pupuk yang juga dihadiri  mitra lainnya,  dan alhamdulillah  persoalan pupuk sudah terjawab,’’ jelasnya.     

  Namun yang dialami sekarang adalah masalah   pemasaran beras. Dikatakan, dalam koordinasi  dengan Kadivre Bulog  Papua dan Papua Barat serta  Bulog Merauke  diketahui  masalah gudang dan angkutan  dari Merauke ke kabupaten lain   kesulitan  terkait dengan pembiayaan yang  melebihi  dari plafon  yang sudah ada. ‘’Tapi hari ini  kita berembuk sama-sama   untuk mencari jalan keluarnya,’’  jelasnya. 

    Sementara  itu, Kakanwil Bulog  Papua dan Papua Barat  Sopran Kennedy menjelaskan  bahwa  sudah ada izin  prinsip untuk  pembangunan  gudang   1.000 ton di Tanah Miring. Namun  ini  baru dalam proses. ‘’Ini tentu memakan  waktu yang lama untuk pembagunan  gudang 1.000 ton,’’ jelasnya.  

  Selain  itu,  pihaknya   melakukan kerja sama dengan mitra-mitra   untuk melakukan gudang pinjam pakai. ‘’Tapi  kendalanya, rata-rata  gudang di sentra produksi   tidak besar. Antara  300 dan paling  besar 500 ton. Ada juga yang  agak besar  tapi  kurang bagus. karena beras juga sangat rentan terhadap resiko  bocor atau potensi hujan, sehingga belum   bisa digunakan  untuk simpan komoditi besar,”  jelasnya.   (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: