Beranda KRIMINAL Empat Terdakwa Divonis Tujuh Bulan Penjara

Empat Terdakwa Divonis Tujuh Bulan Penjara

0
Majelis Hakim membaca putusan dan didengarkan secara langsung oleh Empat orang terdakwa melalui siaran teleconference di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Senin (6/4) kemarin.  ( FOTO: Emanuel Gobay For Cepos)

JAYAPURA- Empat orang terdakwa kasus bentrok antara mahasiswa eksodus dan aparat keamanan di Expo Waena pada 23 September lalu kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Senin (6/4) kemarin.

 Sidang ini dipimpin langsung oleh Majelis Hakim Ketua, Maria Sitanggang, S.H, M.H, Majelis Hakim (MH) Anggota I, Abdul Gafur Bungin, S.H, dan Majelis Hakim Anggota II, Wellem Dipondoye,S.H dengan agenda pembacaan putusan oleh Majelis Hakim (MH).

 Dalam surat putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim memutuskan empat orang terdakwa masing-masing bernama Yogi Wenda, Jemris Kogoya, Elimus Payage, dan Maya Kamarigi di vonis 7 bulan penjara dengan dipotong masa tahanan.

 Koalisi Penegakan Hukum dan HAM Papua yang juga Penasehat Hukum (PH) para terdakwa, Emanuel Gobay, S.H, M.H, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa putusan terhadap keempat terdakwa yang merupakan kliennya dari Majelis Hakim (MH) adalah 7 bulan penjara.

“Mereka para (terdakwa) ini satu berkas perkara, sehingga putusannya sama dari Majelis Hakim (MH), yaitu 7 bulan penjara,” katanya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos Senin (6/4) kemarin.

 Emanuel mengatakan, empat orang terdakwa yang di vonis 7 bulan penjara ini akan di potong masa tahanan terhitung selama mereka di tahan, sehingga masa tahanannya nanti kurang lebih beberapa hari kedepan mereka sudah dibebaskan.

 Emanuel menyatakan, sesuai dengan fakta persidangan sebenarnya semua yang telah dituduhkan kepada empat orang terdakwa ini tidak terbukti selama masa persidangan berlangsung, terkait tindakan mereka melakukan pelemparan. Memang fakta persidangan para terdakwa mengaku melempar, tetapi pelemparan itu tidak mengenai aparat keamanan seperti yang dituduhkan tersebut.

 “Dari pengakuan saksi-saksi juga mereka secara langsung tidak melihat di lapangan, terkait apakah klien kami melakukan pelemparan atau tidak. Atas dasar itu, maka kami minta dibebaskan, namun karena putusannya seperti itu ya kita menyesalkan putusan tersebut, karena tidak berdiri berdasarkan fakta persidangan,” ujarnya.

Walaupun demikian, Emanuel mengatakan pihaknya menghargai putusan yang telah dilakukan oleh Majelis Hakim (MH) dan pihaknya mengapresiasi atas putusan dari MH yang sesuai dengan yang sudah para terdakwa jalani. (bet).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here