Enam Bulan Terakhir, Kasus Miras Menonjol

By
Anggota Satnarkoba Polres Jayawijaya saat menemukan miras lokal jenis Balo (fermentasi ragi) yang ditinggalkan pemiliknya di dalam Kota Wamena. ( FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA-Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba, Iptu Anwar Khayal menyatakan pada semester pertama tahun 2019 ini, pihaknya menangani  26 kasus narkoba termasuk didalamnya bahan berbahaya dan minuman keras lokal.  Dari sejumlah kasus tersebut, yang paling dominan kasus miras, yakni 21 kasus yang sudah ditangani sampai  diputuskan di Pengadilan Negeri Kelas II C Wamena.

  “Untuk miras masih mendominasi dengan 21 kasus ketimbang dengan kasus narkotika lainnya yang ditangani Satnarkoba Polres Jayawijaya, dimana dalam kasus penanganan miras ini semuanya telah diputus hakim melalui sidang tipiring,” ungkapnya, Kamis (4/7) kemarin.

  Menurutnya, dalam penanganan kasus miras ini ada yang pabrikan dan ada yang lokal, namun lebih banyak penanganan kasus tersebut ke miras lokal yang tumbuh menjamur di Kota Wamena, meskipun selalu dilakukan razia dan ditemukan pasti ada lagi pembuat –pembuat miras yang baru yang bermunculan untuk menjual produk buatannya.

   “Dalam penanganan kasus narkotika ini miras lokal atau CT sulingan fermentasi dari ragi masih marak ditemukan oleh anggota setiap kali melakukan razia,”jelas Anwar Khayal.

   Untuk tindakan yang dilakukan untuk pelaku miras lokal dan miras pabrikan, kata Kasat Narkoba, itu sama ketika ada tersangka dan barang bukti tetap akan diproses hukum, dan ada tersangka yang divonis dalam tipiring itu tak mampu membayar denda dari perda sehingga harus menjalani hukuman 3 bulan penjara di Lapas Wamena.

  “Yang kita gunakan dalam penindakan itu Perda Kabupaten Jayawijaya, dari 21 kasus ini ada 5 tersangka yang tidak sanggup membayar dan 16 orang membayar denda yang dijatuhkan hukumannya juga bervariasi antara Rp10 juta  sampai  50 juta per orang,”katanya.

  Sementara untuk kasus lainnya, untuk kepemilikan narkotika ada baik itu ganja dan sabu –sabu yang ditemukan selama semester ini, sementara untuk kasus miras ini menjadi salah satu atensi khusus karena dampak dari miras ini menimbulkan kasus –kasus kriminal dan pencurian dalam Kota Wamena, sehingga dari pimpinan telah memerintahkan untuk menindak tegas pelaku miras.

  “Kalau untuk ganja dan sabu boleh dikatakan sangat kurang, kita fokus mencari peredaran miras yang sering kali memberikan dampak masalah keamanan  dalam kriminal maupun pencurian dengan kekerasan,”bebernya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: