Beranda KRIMINAL FKUB Dukung Penerapan UU Pangan

FKUB Dukung Penerapan UU Pangan

0
Salah satu tempat produksi Miras di Jalan Yos Sudarso yang ditemukan polisi disembunyikan di atas plafon rumah beberapa waktu lalu. Denny/ Cepos 

Bagi Para Pembuat dan Penjual Miras

WAMENA-Sekretaris FKUB Jayawijaya Pdt. Alexander Mauri memberikan apresiasi kepada Kapolres Jayawijaya dan jajarannya yang sudah mengambil langkah melakukan razia baik sajam maupun Miras. Pihaknya juga sangat mendukung penuh jika Polres Jayawijaya menggunakan undang –undang pangan untuk menjerat para  pembuat dan penjual miras di Wamena.

  “Kami berpikir kalau menggunakan undang –undang pangan itu sah –sah saja, dan menurut pandangan saya itu baik sekali, karena selama ini kita lihat tak ada efek jera jika dikenakan sanksi Perda dan Tipiring,” tegasnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (18/12). 

  Apa yang diterapkan hingga saat ini, kata Alexander Mauri, tak pernah membuat masyarakat berhenti memproduksi miras lokal di Kota Wamena, dan langkah ini perlu didukung penuh semua pihak yang ingin adanya kedamaian di Wamena.

  “Hari Jumat ini FKUB Jayawijaya akan menghimpun semua tokoh –tokoh di seluruh Jayawijaya untuk bersama –sama kita rapat koordinasi, sehingga bisa diimbau jika seluruh komponen masyarakat yang ada di Jayawijaya untuk bersama membackup Polres Jayawijaya dan TNI untuk mengambil langkah pengamanan menjelang perayaan Natal,”katanya.

   Menurutnya, dalam pertemuan tersebut pihaknya akan meminta pemaparan dari Kapolres Jayawijaya.  FKUB juga siap mendukung penuh langkah itu, sehingga pihaknya akan menghimpun seluruh elemen masyarakat yang ada dalam forum itu untuk bersama –sama mengawal apa yang dilakukan polres Jayawijaya agar tidak ragu dalam menerapkan undang –undang pangan.

  “Siapapun dan kalau ada oknum aparat yang terlibat juga tak ada ampun, kita juga sampaikan kepada tokoh masyarakat dan paguyuban perlu didukung oleh semua pihak kalau semua warga ingin aman semua,”jelas Alex.

   Bila Miras ini tidak dicegah, pihaknya tidak tahu siapa lagi yang menjadi korban miras ini. Karena itu, miras harus dianggap musuh kita bersama. FKUB tak akan torelir miras dengan cara apapun juga, ia mencontohkan di Kabupaten Nduga 4 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya kritis akibat miras.

  “Saya imbau dalam rapat koordinasi ini kita akan lebih memantapan koordinasi lagi dengan Polri , TNI. Satpol PP dan Pemerintah Daerah,”ujar Sekretaris FKUB Jayawijaya. (jo/tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here