Fokus ke Pelayanan Perintis, Siap Jika Diminta Bantu Mobilitas PON

By

Bincang-bincang dengan Area Manager Divisi Regional 4 Perum Damri Papua Durosid

Kebutuhan armada pada saat pelaksanaan PON sudah disiapkan dari pusat, namun ketika dibutuhkan Perum Damri Regional 4 Papua siap mengcover sesuai permintaan pemerintah

Laporan: Yohana

Pelaksanaan PON di Papua tinggal sebentar lagi, segala kesiapan sudah hampir rampung disiapkan oleh pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

 Mulai dari kesiapan stadion, venue-venue sarana akomodasi dan transportasi menjadi bagian penting, khususnya untuk sarana akomodasi kali ini pemerintah pusat sudah menyiapkan 428 unit bus yang dikhususkan untuk mengangkut tamu undangan maupun para atlet yang akan mengikuti PON mendatang.

 Dengan berbagai kesiapan tersebut, Perum Damri Papua yang membawahi 13 kantor Cabang itu mengakui bahwa pihaknya akan mengikuti aturan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

 Meski mengetahui bahwa khusus event PON XX, armada sudah disiapkan langsung dari Kementerian Perhubungan pihaknya tetap menyiapkan diri jika suatu waktu ada keperluan mendesak dalam pelaksanaan PON, akan langsung ditangani sesuai dengan peraturan dari pemerintah.

“Tugas utama kami melayani masyarakat sesuai dengan yang diperintahkan negara kepada kami, dalam pelaksanaan event PON memang sudah ditangani langsung oleh pusat jadi kami tetap siap melayani tugas kami, akan tetapi untuk kab. Mimika memang kami dilibatkan,” kata Area Manager Divisi Regional 4 Perum Damri Papua Durosid. 

Tugas utama Perum Damri adalah melayani angkutan penugasan dalam arti angkutan perintis khususnya di daerah-daerah terpencil pedalaman, namun ada juga tugas komersial atau angkutan antar kota dalam provinsi seperti halnya angkutan Jayapura – Sarmi khususnya di Papua.

 Selain itu, angkutan bandara juga pihaknya layani, ini merupakan fokus pelayanan dari Damri sendiri, sementara untuk PON pastinya ketika dibutuhkan pihaknya tetap siap untuk melayani, pastinya disesuaikan dengan armada yang tersedia.

“Kami untuk 13 Cabang sendiri memiliki bus Siap Guna Operasi (SGO) sebanyak 179 bus, jadi bisa dipastikan kami siap melayani ketika diminta, intinya kami menyesuaikan dengan permintaan dari pemerintah,” tambahnya.

 Namun saat ini yang menjadi kendala bagi pihaknya bukan soal kesiapan armada, melainkan terkait kantor, sampai dengan saat ini Perum Damri Papua belum memiliki kantor maupun bengkel service.

 Setelah sebelumnya berkantor di Pasir Dua, namun karena tanah tersebut bukan milik Perum Damri, sehingga dipindahkan ke Koya dalam status sewa tempat untuk sementara.

 Meski dengan kondisi tersebut, pihaknya tetap fokus melayani masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam hal memenuhi sarana dan prasarana transportasi.

 Bahkan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, pastinya terjadi penurunan angkutan penumpang, karena setiap daerah memiliki kebijakan dan pembatasan yang berlaku.

 “Pada dasarnya kami selalu mematuhi aturan pemerintah, terutama dalam pelayanan ditengah pandemi pastinya, tetap mematuhi protokol kesehatan, akan tetapi tidak seperti angkutan kapal dan angkutan uadara yang wajib menunjukan PCR dan sebagainya,” tambahnya.

 Pada dasarnya Damri selalu bersinergi dengan pemerintah dalam hal aturan dan kebijakan yang telah diberlakukan, khusus untuk pelaksanaan PON pihaknya akui tidak menjadi kendala bagi pihaknya.

 Karena meski PON berlangsung, tugas utama dari Damri itu sendiri harus tetap dilakukan dalam hal kesejahteraan rakyat khususnya melayani angkutan pedesaan atau perintis bagi daerah-daerah terpencil.

“Kalaupun kami dibutuhkan kami siap membantu sesuai dengan aturan yang berlaku, pada dasarnya kami perusahaan negara yang menjalankan aturan sesuai dengan perintah yang diberikan kepada kami,” pungkasnya. (*/wen) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: