Forkom LKN telah Melakukan Rapat dan Keluarkan Pernyataan Sikap

By

Pembakaran 1.000 lilin dan doa serta pernyataan sikap atas tragedi pembantaian warga sipil di Nogolait, Kabupaten Nduga yang digelar di Taman Imbi, Kota Jayapura, Senin (18/7) malam. (FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Adapun tindakan brutal yang dilakukan KKB di Kabupaten Nduga dengan membantai warga sipil termasuk dua di antaranya merupakan tokoh agama, dikutuk keras oleh semua paguyuban Ormas nusantara di Papua yang tergabung dalam Dewan Pengurus Provinsi Forum Komunikasi Lintas Kerukunan Nusantara (Forkom LKN) Provinsi Papua.

Atas kejadian ini Forkom LKN telah melakukan rapat yang  dihadiri para pengurus Ormas Paguyuban Nusantara Papua yang ada di Kota Jayapura. Dalam rapat tersebut, dikeluarkan pernyataan sikap sehubungan dengan tragedi kemanusiaan berupa rentetan peristiwa pembunuhan atau pembantaian rakyat sipil yang telah terjadi di beberapa daerah khususnya di daerah Nogolait, Kabupaten Nduga.

 Dalam pernyataan sikap yang dibacakan perwakilan dari Kerukunan Flobamora yakni Eduardus Lede Umbupati, S.Pd., Forum Komunikasi Lintas kerukunan Nusantara Provinsi Papua menyatakan mengutuk dengan keras pembunuhan/pembantaian terhadap warga sipil  oleh KKB/KST yang terjadi di Nogolait, Kabupaten Nduga sebagai perbuatan yang tidak berkeprimanusiaan dan melanggar HAM berat Seraya berdoa turut berbelasungkawa atas meninggalnya banyak korban jiwa.

“Kedua, mendesak Presiden Republik Indonesia sebagai panglima tertinggi TNI Polri dan seluruh jajaran pemerintahannya untuk melindungi rakyat Indonesia khususnya di Tanah Papua dengan mengarahkan kekuatan negara,” ungkap Eduardus Umbupati, Senin (18/7) malam.

Ketiga, meminta aparat negara dalam hal ini TNI dan Polri untuk bertindak tegas dalam penindakan hukum dan penumpasan terhadap kelompok separatis teroris bersenjata yang jumlahnya tidak signifikan.

Keempat, meminta pemerintah segera menarik warga di daerah konflik khususnya wilayah negara yang lebih aman untuk menghindari korban jiwa yang lebih banyak dengan menjamin kehidupan dasar para korban,

Kelima, sebagai rakyat sipil kami kecewa dan lelah menghadapi kondisi keamanan di Tanah Papua yang tak kunjung aman dan damai serta sangat kuatir bila kondisi keamanan warga sipil terus berkelanjutan maka rakyat akan membela diri beladiri dengan caranya sendiri.

Sementara itu, Sekjen Forkom LKN Papua, Ir. H. Junaedi Rahim  menambahkan, pihaknya mengutuk tragedi pembantaian ini karena rakyat jelata, rakyat sipil selalu menjadi korban politik, sehingga tidak ada melihat upaya pemerintah TNI-Polri untuk mengatasi problem ini dalam penegak hukum yang tegas.

Junaedi Rahim mengaku telah melakukan rapat dan membuat pernyataan sikap yang dibacakan di Taman Imbi sembari memanjatkan doa dan menyalakan lilin dengan dihadiri semua paguyuban Ormas yang ada di Papua khususnya di Kota Jayapura, kemarin malam.

 “Kita dukung pemerintah untuk melakukan gerakan yang persuasif dan tegas. Kita semua ingin rasa  nyaman dan damai hidup di tanah Papua. Pemerintah harus bisa membuktikan ke masyarakat bahwa bisa memberi rasa nyaman dan aman. Nah ini makin hari bukan makin bagus. Katanya Papua punya slogan Papua Tanah Damai tapi semakin hari semakin tidak jelas banyak masyarakat sipil yang terbantai dengan sia-sia,” sesalnya.

Sehingga sebagai wujud berduka cita dan keprihatinan makanya harapan besar kepada TNI-Polri dan pemerintah untuk  bisa menghentikan gerakan-gerakannya separatis dan tidak dilakukan pembiaran atau tidak ada upaya kesitu.

(ade/ryu/dil/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: