Freeport Bangun Smelter di Gresik

By

Mulai Lakukan Vaksinasi terhadap Pekerja Proyek

GRESIK, Jawa Pos-Progres pembangunan Manyar smelter project (MSP) PT Freeport Indonesia (PTFI) dipastikan tidak berhenti sejak Desember 2018. Untuk mengejar pengerjaan fisik yang akan dilakukan pada September, PTFI mulai melakukan vaksinasi terhadap para pekerja kemarin siang (13/8).

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas yang juga hadir dalam kesempatan itu menegaskan bahwa MSP di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) tersebut ditunggu-tunggu banyak orang. Karena itu, pihaknya memastikan bahwa PTFI tidak pernah membatalkan proyek tersebut sejak Desember 2018. ’’Progres terus kami lakukan. Memang 2020 kemarin karena PSBB sempat tertunda, tapi progres tetap berjalan,’’ ucapnya.

Pebisnis 59 tahun itu menyatakan, sejauh ini progres pembangunan smelter tersebut sudah mencapai 8 persen. Targetnya pada akhir 2021, pembangunan bisa mencapai 10 persen.

Menurut dia, untuk menunjang pengerjaan proyek itu, pihak PTFI memulai program vaksinasi gotong royong (VGR) untuk karyawan yang bekerja di MSP tersebut. ’’Vaksin ini sebagai milestone penting. Karena September nanti, pengerjaan fisik akan dimulai. Itu tidak mungkin bisa dilakukan apabila belum vaksinasi. Tahap awal ini kami melakukan vaksinasi kepada 150–200 pekerja,” imbuh pria kelahiran Jakarta itu.

Setelah beroperasi yang rencananya pada 2024, Tony memperkirakan smelter PTFI bisa menyerap 40 ribu pekerja. Dengan demikian, secara bertahap pihaknya berkomitmen melakukan vaksinasi terhadap para karyawan sehingga tercipta herd immunity atau kekebalan kelompok.

Sementara itu, Construction Manager PT Freeport Venta Agustri menyatakan, saat ini pekerjaan yang sedang dilakukan di lahan seluas 100 hektare itu adalah mulai striping untuk masuk ke elevasi final. Dia menyebutkan, tahun ini ditargetkan pengerjaan bisa mencapai 10 persen. ’’Sesuai jadwal, proyek akan selesai pada 2023. Sehingga awal 2024 bisa mulai commissioning test,’’ ujarnya.

Perlu diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengesahkan JIIPE sebagai KEK teknologi dan manufaktur melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2021 pada 28 Juni 2021. Sejalan dengan itu, Kementerian ESDM juga memastikan pembangunan smelter Freeport.

Pembangunan smelter Freeport di Indonesia bersifat wajib sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) serta Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang disepakati dengan pemerintah. Targetnya, pengerjaan harus selesai 2023.

Kepastian pembangunan smelter PTFI itu baru berlangsung 15 Juli 2021 setelah PTFI dan PT Chiyoda International Indonesia menandatangani kontrak kerja sama untuk kegiatan engineering, procurement, dan construction (EPC).

Kontrak itu mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas precious metal refinery (PMR) di kawasan JIIPE. (son/c12/diq/JPG)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: