FSP2A Dukung Pelaku Setubuhi Bocah Dikebiri

By

MERAUKE-Forum Solidaritas Peduli Perempuan dan Anak (FSP2A) Kabupaten Merauke mendukung aparat  penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk menerapkan hukuman kebiri bagi pelaku persetubuhan terhadap bocah 4 tahun berinisial NKT (37). 

   Dukungan ini disampaikan Elsye Titihalawa  dari Ketua GMKI, Chika Retrubun dari Mimpi Perempuan, Ewin Falufi dari Kohati, Alma Rahail dari Ikatan Mahasiswa Kei dan Dorkas Kaize dari  GMKI yang tergabung dalam FSP2A  Kabupaten Merauke saat menggelar jumlah pers, di ruang Humas Polres Merauke, Kamis (8/7) kemarin.  

   “Kami adalah perempuan-perempuan  yang peduli terhadap  perempuan dan anak di Merauke,” kata Elsye Titihalawa memulai jumpa pers tersebut. 

   Dia mengaku telah  bertemu dengan korban dan ibu korban. ‘’Kami telah melakukan pendekatan baik dengan korban maupun dengan ibu korban,’’ jelasnya.

🤗 Baca juga :https://www.radarmerauke.co/pendarahan-bocah-korban-pemerkosaan-belum-berhenti/

  Elsye melihat bahwa rasa trauma mendalam  dialami oleh balita  berumur 4 tahun atas peristiwa yang dialaminya tersebut. Namun  pihaknya menyayangkan  karena dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Dinas Sosial belum pernah datang menemui orang tua dan korban untuk  melakukan pendekatan dan mendampingi  terhadap korban  terutama bagaimana upaya  menyembuhkan trauma yang dialami korban. 

    “Orang tua dan anak begitu syok. Sampai saat ini korban masih menangis  kesakitan dari efek pelecehan seksual  tersebut. Kami mohon kepada pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan,  Dinas Sosial dan KPA  dan lembaga khusus yang menangani masalah ini mari dan datang  melihat korban ini seperti apa,” tandasnya. 

   Elsye mengaku pihaknya mendukung  kepolisian dalam hal ini Reserse Kriminal Polres Merauke dalam menerapkan hukuman kebiri  bagi  pelaku pelecehan seksual. “Memang ada  pro kontra terhadap hukuman kebiri  ini. Tapi, bagi kami dari Forum Solidaritas Peduli Perempuan dan Anak sangat mendukung dan meminta pelaku  diberi hukuman kebiri,” tandasnya.    

   Ditambahkan,  hukuman kebiri ini  untuk menjadi shock terapi bagi para pelaku seksual terhadap anak dan perempuan kedepan.  (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: