Futsal PON Papua Juarai Futsal Demokrat Cup

By
Pemain Futsal Papua saat berfoto bersama dengan Wakil Ketua Umum Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak sebagai penggagas turnamen Demokrat Cup 2019 di Lapangan Futsal Mutiara Hitam Arena Polimak, Kota Jayapura, Sabtu (7/9). ( foto :Erik / Cepos)

JAYAPURA- Tim Futsal PON Papua sukses meraih gelar juara pada kompetisi Futsal Demokrat Cup 2019 usai mengalahkan tim futsal RHP pada babak final dengan skor 8-2 di lapangan futsal Mutiara Hitam Arena Polimak, Kota Jayapura, Sabtu (7/9).

Sementara juara tiga diraih oleh Melati FC usai mengalahkan Kumham Papua. Untuk pemain terbaik diraih oleh Brian Mahudingan (RHP), kiper terbaik diraih oleh Prayoga (Kumham Papua), pelatih terbaik diraih oleh Menaz (Melati FC), dan top skor dimenangkan oleh pemain Futsal PON Papua, Benard A. Dengan hasil ini, masing-masing juara berhak mendapatkan tropy dan uang pembinaan.

Pelatih kepala Futsal PON Papua, Daud Arim mengatakan, turnamen ini sebagai ajang pemanasan timnya jelan PON XX yang akan digulir pada Oktober 2020.

“Turnamen ini sangat baik untuk tim Futsal PON Papua, karena semakin banyak kompetisi yang kita ikuti akan semakin baik untuk mental bertandingan bagi pemain kita,” ungkap Daud kepada Cenderawasih Pos saat ditemui usai pertandingan.

Mantan pemain Persipura Jayapura itu juga menuturkan, melalui kompetisi ini, dirinya mampu melihat kualitas setiap pemain pemannya. Pasalnya ada beberapa pemainnya harus bersaing untuk mendapatkan 14 kuota pemain yang akan digunakan pada PON.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Demokrat Papua, Ricky Ham Pagawak sebagai penggagas turnamen membeberkan, turnamen ini merupakan salah satu agenda dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Partai Demokrat ke-18 yang jatuh pada 9 September 2019.

Dijelaskan, turnamen futsal Demokrat Cup akan menjadi agenda tahunan partai Demokrat, sekaligus sebagai ajang pemersatu anak bangsa di tanah Papua.

“Demokrat hadir untuk memberikan wadah bagi regenerasi bangsa untuk berkompetisi lewat Futsal, karena ini sangat positif bagi kita anak-anak Papua. Sekaligus sebagai bukti bahwa meski situasi di Papua kurang kondusif, tapi lewat turnamen ini bisa persatukan kembali, bahwa semua yang hidup di tanah Papua adalah orang asli Papua,” tandasnya. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: