Gandeng RSUD Wamena, Pemkab Nduga Bebaskan Biaya Berobat Warganya di Wamena

By

Penjabat Bupati Nduga, Namia Gwijangge, S.Pd, M.Si., saat menandatangani MoU bidang kesehatan untuk menggratiskan pelayanan kesehatan warga Nduga di Kabupaten Jayawijaya di aula RSUD Wamena, Senin (13/6) kemarin.  (FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Setelah melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika, Kabupaten Mimika, Pemkab Nduga kembali melakukan penandatanganan MoU dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Dengan adanya kerja sama ini, Pemkab Nduga dibawah kepemimpinan Penjabat Bupati Nduga, Namia Gwijangge, S.Pd., M.Si., memastikan warganya yang ada di Wamena bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena secara gratis.

Melalui kerja sama ini, semua biaya pengobatan dari masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Nduga yang ada di Wamena, ditanggung pemerintah.

Penjabat Bupati Nduga, Namia Gwijangge, S.Pd, M.Si., mengatakan, kerja sama dengan RSUD Wamena ini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat Nduga yang ada di Wamena. 

“Masyarakat Nduga selama ini banyak keluhan yang mereka sampaikan, terutama pelayanan kesehatan kepada mereka. Bahkan mereka selalu mengeluh biaya pengobatan dan  banyak orang Nduga di sini. Mereka selalu sakit-sakit, kemudian mereka selalu mengeluh tentang obat, tenaga medis dan lain sebagainya,” ungkap Bupati Namia Gwijangge kepada awak media usai penandatanganan MoU di aula RSUD Wamena, Senin (13/6). 

Menindaklanjuti keluhan masyarakat Nduga yang ada di Wamena, maka Pemkab Nduga menjalin kerja sama dengan Pemkab Jayawijaya melalui RSUD Wamena untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Nduga yang ada di Jayawijaya. Terutama mereka yang tidak mampu, akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis karena biaya ditanggung pemerintah. 

“Masyarakat Nduga yang mempunyai KTP Nduga, mereka mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis melalui RS Wamena. Sehingga mulai hari ini dan seterusnya, masyarakat Nduga yang ada di Wamena, jangan khawatir untuk biaya berobat, sebab ditanggung pemerintah,” tegasnya.

Bupati Namia Gwijangge menyampaikan bahwa pemerintah hadir untuk membantu masyarakat. Oleh sebab itu, dirinya sudah menandatangani mou dengan Bupati Jayawijaya dan Direktur RSUD Wamena. Melalui MoU ini, masyarakat Nduga yang memiliki KTP Nduga dan tinggal di Kabupaten Jayawijaya bisa mengakses pelayanan kesehatan di RSUD Wamena secara gratis. 

“Saya mengajak masyarakat Nduga yang ada di Jayawijaya, kalau jatuh sakit jangan tahan di rumah. Karena kebiasaan masyarakat, begitu jatuh sakit tahan di rumah sampai berminggu, berbulan sudah kurus, mata kuning segala macam, sudah mau mati baru cari-cari orang,” tuturnya. 

Namia juga menjelaskan bahwa warga Nduga di Wamena dan memiliki KTP Nduga, nantinya akan diberikan kartu nduga Sehat dan KTP Nduga, sehingga mereka bisa mengakses pelayanan kesehatan di RSUD Wamena secara gratis. 

“Jadi sekarang tidak ada alasan itu lagi. Sebab saya sudah buat MoU dengan RSUD Wamena yang berarti dengan sendirinya biaya pengobatan itu ditanggung sepenuhnya Pemerintah Nduga. Jadi masyarakat Nduga tidak perlu khawatir,” tandasnya.

Pelayanan kesehatan secara gratis di RSUD Wamena menurut Namia Gwijangge, tidak hanya diberikan kepada warga asli Nduga, tetapi juga kepada orang Papua lainnya dan non Papua yang merupakan warga Kabupaten Nduga serta memiliki KTP Nduga. 

“Pemerintah berikan kebebasan biaya pengobatan dan ditanggung pemerintah. Kartu BPJS itu kalau ada rujukan obat lain yang ditanggung oleh pasien, kami sekarang tanggung semua. Kalau ada kekurangan obat dari BPJS itu kami akan tanggung,” tambahnya. 

Pelayanan kesehatan yang akan diberikan di RSUD Wamena menurutnya akan disesuaikan dengan fasilitas yang ada. Oleh sebab itu, RSUD Wamena menurutnya akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Nduga.

“Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Nduga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemkab Jayawijaya yang bersedia membuka hati untuk kita melayani masyarakat Nduga yang ada di Wamena. Sehingga ke depan pelayanan kesehatan mereka lebih baik lagi dari kemarin-kemarin,” harapnya.

Ia menambahkan untuk alokasi dana terkait kerja sama ini terhitung Juni-Desember 2022, Pemkab Nduga menyediakan dana Rp 1miliar untuk RSUD Wamena dan Rp 1 miliar juga untuk RSMM Timika. 

“Jadi ada anggaran dua miliar yang kami bagi. Satu miliar di Mimika dan satu miliar di Wamena. Kemudian nanti dalam perkembangan selanjutnya, kita terus akan menyiapkan anggaran supaya pelayanan masyarakat tetap kita lakukan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Pemkab Jayawijaya yang diwakili Sekda Jayawijaya, Thony Mayor, S.Pd., MM., menyatakan Pemda Jayawijaya berterima kasih kepada Pemda Nduga. Pasalnya memang selama ini jadi permasalahan adalah masalah pelayanan di RSUD Wamena. Karena diketahui bahwa dana yang dialokasikan untuk pelayanan kesehatan di Jayawijaya memang untuk pendududk Jayawijaya. “Namun tidak dipungkiri bahwa penduduk dari daerah pemekaran ada di sini juga dan membutuhkan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu tetap melayani mereka,” tuturnya.

“Selama ini yang jadi kendala itu mungkin pelayanan tidak maksimal sesuai yang diharapkan, sehingga inisiatif Pemkab Nduga ini, kami berikan apresiasi bisa membantu masyarakat Nduga yang nanti mendapatkan pelayanan kesehatan di Jayawijaya. Ini yang perlu kita memberikan apresiasi,” sambungnya

Sekda Thony Mayor juga mengharapkan kabupaten lain juga bisa melakukan hal yang sama. “Untuk sementara ini, Kabupaten Lanny Jaya yang sudah berjalan dan hari ini Pemerintah Nduga yang sudah melakukan kerja sama sehingga ke depan apa yang diharapkan masyarakat dalam pelayanan kesehatan ini bisa terbantu. Masyarakat harus berterima kasih kepada Bupati Nduga yang memfasillitasi mereka dalam bidang kesehatan,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Direktur RSUD Wamena, dr. Felly G Sahureka, M.Kes., Sp.PK., juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Nduga yang melakukan penandatanganan MoU dengan RSUD Wamena. “Sebenarnya untuk pelayan, kami berjalan seperti yang ada saat ini. Seperti tadi saya paparkan bahwa kami ada 17 dokter spesialis dan kapasitas RSUD Wamena 208 tempat tidur yang disediakan,” jelasnya.

Ia juga mengaku jika ada beberapa kendala terkait di tahun ini. Seperti  pengadaan obat dan bahan medis habis pakai yang  mengalami kenaikan PPN dan PPH tahun anggaran berjalan baru. Kondisi ini mengakibatkan terjadi peningkatan harga bahan baku dan sebagainya yang membuat RSUD Wamena kewalahan. 

Ia juga menyatakan jika dalam MoU ini akan berlakukan sama seperti Lanny Jaya Sehat yang sudah berjalan dua tahun. “Contoh pasien A berobat mungkin biaya perawatannya atau biaya rawat jalannya Rp 100 ribu, di akhir bulan setelah ditotalkan, RSUD Wamena akan tagihkan di bulan berikutnya sesuai dengan yang dikeluarkan. Jadi kami sistemnya seperti di Lanny Jaya bahwa kami akan sistem klaim saja. Apa yang digunakan pasien, itu yang akan kita tagih. Tidak bisa dilakukan sistem deposit karena akan menjadi temuan,” tutupnya. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: