Gara – gara Pemuda Ini Wali Kota Sampai Berteriak Kencang di Halaman Pengadilan

By

JAYAPURA – Ada – ada saja ulah warga Kota Jayapura saat terjaring operasi yustisi covid 19. Ada yang berpura – pura lupa ada dimana, ada yang sok sok-an mengaku diri sebagai aparat, ada juga yang diam seribu bahasa termasuk ada yang terlihat sok sibuk. Namun ada yang menarik dari operasi yustisi yang dilakukan kali ketiga oleh aparat gabungan kemarin. Seorang anak muda yang belakangan diketahui bernama Midan Oidan harus membuat aparat pusing.
Pasalnya ia terjaring tidak menggunakan masker saat berkendara. Lalu iapun digiring masuk ke halaman Pengadilan Negeri Jayapura untuk dilakukan rapid anti gen termasuk sidang. Hanya saja ia tak mau menjalani semua dan memilih berdiam di motornya. Yang menjengkelkan adalah aksi diamnya ini bukan sebentar melainkan hampir 1 jam dan di tengah panas terik. Satu – satu petugas menghampiri dan meminta ia segera melakukan tes antigen mulai dari Satpol PP, Tagana, petugas Satgas Covid bahkan Brimob maupun pak tentara juga meminta ia untuk segera melakukan tes antigen.
Namun pemuda yang diketahui berstatus sebagai pelajar yang tinggal di Kampung Harapan ini tetap tak bergeming. Tetap menolak, termasuk ketika Wali Kota Benhur Tomi Mano yang meminta ia juga menolak. Hingga akhirnya ia ditinggal pergi oleh wali kota dan masih dibujuk oleh anggota lainnya. “Dia hanya diam begitu saja, menolak untuk dirapid dan tidak menjelaskan alasannya. Membingungkan tapi ini aturan yang harus kami jalankan,” ujar seorang petugas saat itu. Hampir 1 jam ia dibujuk hingga petugas nampaknya mulai kesal dan mulai berlaku tegas. Disitulah Tomi Mano melihat dari jauh dan berteriak lantang. “Tak boleh begitu, tidak bisa seperti itu, jangan dikerasi,” teriak orang nomor satu di Jayapura ini.
Teriakan ini cukup keras sehingga petugas disekitar halaman kantor pengadilan langsung terdiam dan memperhatikan arah teriakan yang ternyata dari mulut wali kota. Sambil berjalan bergegas wali kota menegur petugas dan meminta pemuda tersebut jangan dikerasi. “Pakai cara – cara yang baik saja, kita memang kesal tapi jangan sampai ada kekerasan. Tidak boleh ada kekerasan,” pintanya. Tak lama setelah teriakan wali kota ini, pemuda tersebut akhirnya mau melakukan rapid dan hasilnya negative. (ade)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: