GCF Task Force 2023, Papua Dorong Isu Insentif bagi Masyarakat di Hutan

By

 Kegiatan GCF Task Force Regional Meeting di Kota Jayapura, Selasa (13/6)

JAYAPURA—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dipastikan menjadi tuan rumah The Governor’s Climate and Forests (GCF) Task Force atau Satuan Tugas Gubernur untuk Hutan dan Perubahan Iklim tahun 2023 mendatang.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua Dr Drs Muhammad Musa’ad menyampaikan,  

Papua akan dorong isu pemberian insentif atau kompensasi bagi masyarakat yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan di Bumi Cenderawasih.

Sebagaimana Provinsi Papua termasuk salah-satu pendiri GCF Task Force.

Sebelumnya, pemilihan ini diputuskan secara aklamasi pada GCF Task Force 2022 di Manaus, Brazil. GDF Task Force beranggotakan 37 negara bagian, dan 7 provinsi yang ada di dunia.

“GCF Task Force adalah pertemuan   untuk konsolidasi dan memastikan bagaimana komitmen dunia untuk menjaga kelestarian hutan, menjaga lingkungan, menjaga hutan tropis yang harus di wujudnyatakan,” Kata Musa’ad ketika membuka GCF Task Force Regional Meeting.

Lanjut Musa’ad, namun Papua juga mendorong supaya ada semacam kompensasi juga didapatkan oleh wilayah-wilayah yang menjaga hutan secara khusus Indonesia. Misalnya Provinsi-provinsi yang mempunyai hutan dan mempunyai tanggungjawab untuk menjaga hutan ini mendapat intensif khusus untuk memastikan jaminan kehidupan bagi masyarakat yang masih tinggal di hutan-hutan.

“Itu yang kita harapkan, sehingga ini menjadi salah-satu isu yang harus kita perjuangkan secara internal di Indonesia, yang pasti melalui pemerintah pusat. Tapi juga secara internasional yang menjadi komitmen bersama di dunia bagaimana negara dan provinsi yang mempunyai 

hutan bisa juga memberikan jaminan kehidupan bagi masyarakat yang menjaga ataupun hidup di tengah-tengah hutan,” jelasnya.

Musa’ad berharap Indonesia menjadi pelopor yang bisa ikut berkontribusi  untuk menjaga hutan tropis, sekaligus memberikan jaminan kehidupan bagi masyarakat yang terlibat atau pun hidup di tengah-tengah hutan.

“Kita harapkan kita menjadi pelopor, yang bisa ikut berkontribusi untuk menjaga hutan tropis yang ada di dunia, yang makin hari makin berkurang. Mudah-mudahan ada semacam pesan Papua untuk dunia bagaimana supaya kita semua punya komitmen yang sama untuk menjaga hutan. Bahkan sudah  banyak fenomena yang terjadi salah-satunya deforestasi, 

karena makin berkurangnya hutan tropis kita, diantaranya menyebabkan bencana alam,” pungkasnya. (fia/gin)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: