Beranda UTAMA PAPUA Gelombang Laut Tinggi, Hati-hati ke Tempat Wisata

Gelombang Laut Tinggi, Hati-hati ke Tempat Wisata

0
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Putu Arga Sujarwadi bersama dengan Tim Siaga Patroli Natal dan Tahun baru serta para wartawan, saat memantau aktivitas masyarakat di Jembatan Youtefa (Jembatan Merah) melalaui Kapal RB-222 milik Basarnas Jayapura, Senin (30/12) lalu. ( FOTO: Yewen/Cepos)

Mengikuti Patroli Nataru Yang Dilakukan Oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura 

Liburan sat ini juga dipandang sebagai kebutuhan. Pemerintah dalam hal ini malalui Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura juga sudah siap sejak 18 Desember lalu.  Apa yang perlu diwaspadai masyarakat selama libur Nataru ini? 

Laporan: Roberth Yewen

Gunakan Kapal RB-222 milik Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura, Tim Patroli pelayanan natal dan tahun baru (nataru) bersama beberapa wartawan  meninggalkan dermaga Dok IX, untuk memantau beberapa lokasi wisata di Kota Jayapura. 

Pemantauan lokasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Putu Arga Sujarwadi. Kapal RB-222 ini dikemudikan oleh captain Jumare dan didampingi oleh ada 20 kru

 Siaga patroli natal dan tahun baru (nataru) dilakukan mulai pukul 10.30 Wit sampai pada pukul 13.00 Wit.  Ada beberapa lokasi wisata yang dimonitor, yaitu Pantai Hamadi, Pantai Holtekamp, Jembatan Youtefa atau Jembatan Merah, Pantai Cibery, Pantai Dok II Jayapura, dan Pantai Base-G.

 Selama pemantauan objek-objek wisata memang gelombang air laut cukup tinggi, sehingga membuat kapal terombang-ambing. 

 Ya, siaga natal dan tahun baru (nataru) ini sebagai bentuk dari memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berlibur dan menikmati tempat-tempat wisata yang ada di Kota Jayapura. Selain itu, siaga ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di setiap objek-objek wisata di Kota Jayapura.,

 Untuk merupakan pelayanan SAR yang dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, untuk meninjau secara langsung aktivitas masyarakat yang berlibur di lokasi-lokasi wisata yang ada di Kota Jayapura selama masa libur natal dan tahun baru.

 “Ada 20 orang yang kami libatkan dalam melakukan patroli siaga natal dan tahun baru di sepanjang tempat-tempat wisata yang ada di laut Kota Jayapura,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Putu Arga Sujarwadi, usai memantau langsung tempat-tempat wisata menggunakan Kapal milik Basarnas di Kota Jayapura, Senin (30/12).

Dalam melakukan patroli siaga di tempat-tempat wisata selama libur natal dan tahun baru (nataru), Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura tidak bekerja sendiri, tetapi selalu berkoordinasi dan berkomunikasi, serta membangun hubungan dengan lintas sektor yang lainnya, terutama TNI Angkatan Laut (AL), dan pihak Kepolisian Pol Air Polda Papua, serta Pemerintah Kota Jayapura yang merupakan bagian dari wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura sendiri menyediakan satu bauh Kapal RB-222 dan juga bersama dengan kapal milik TNI AL dan Pol Air Polda yang disiagakan 1X24 jam, untuk melakukan patroli dan siaga selama libur natal dan tahun baru di wilayah laut Kota Jayapura. “Kami akan siap siaga, untuk dapat melayani masyarakat, apabila membutuhkan bantuan dalam melakukan pencarian maupun pertolongan selama libur nataru ini,” ucap Putu Arga.

Secara umum informasi gelombang laut di wilayah Kota Jayapura sendiri adalah 0,5-2,5 meter. Hal inilah yang menjadi antisipasi jika masyarakat ingin ke tempat-tempat wisata. Apalagi beberapa objek-objek wisata yang ada di Kota Jayapura ini bertemu langsung dengan wilayah pantai laut utara dan samudra pasifik.

Kantor Pencarian dan Partolongan Jayapura sendiri telah melakukan operasi SAR nataru ini mulai dari tanggal 18 Desember 2019. Siaga nataru ini akan berlangsung sampai dengan tanggal 8 Januari 2020. Untuk saat ini, siaga SAR sudah memasuki H+5.

Oleh karena itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, menghimbau kepada warga masyarakat yang akan melaksanakan aktivitas maupun kegiatan formal maupun non formal, agar dapat mengakses informasi dari BMKG terkait dengan cuaca yang hampir di seluruh Indonesia sedang ekstrim sampai dengan bulan Januari 2020 mendatang.

“Kita akan memberikan pemahaman kepada masyarakat, untuk bisa mencegah dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari cuaca ekstrim ini,” ujar Putu Arga. (bet).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here