Gencarkan Sosialisasi UU Perlindungan Anak

By
Hendrikus Mahuze  ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-  Ketua Lembaga Perlindungan Anak  Hendrikus Mahuze, S.Sos,   M,Si, mengajak  dan meminta seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Merauke  untuk lebih  gencar  lagi mensosialisasikan keberadaan dari UU Perlindungan Anak lagi kepada masyarakat baik yang ada di dalam kota maupun  yang ada di kampung-kampung. 

    Sehingga dengan  semakin  gencarnya sosialisasi terhadap UU perlindungan anak  ini, maka akan semakin banyak  orang yang akan memahami dan mengetahui tentang  perlindungan terhadap   anak yang merupakan generasi penerus bangsa  ke depan. 

  Sebab menurutnya, tak dapat dipungkiri  bahwa masih banyak   masyarakat yang  kurang memahami   tentang keberadaan UU Perlindungan anak  tersebut sehingga melakukan kekerasan baik fisik maupun psikis serta  persetubuhan terhadap anak  yang masih dibawah umur. 

‘’Karena di UU itu sangat jelas ada sanksi-sanski  yang dikenakan apabila melakukan kekerasan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur,’’ katanya, ketika ditemui Rabu (27/6).  

   Hendrik menjelaskan bahwa menjadi sangat miris  apabila anak sebaga generasi penerus  bangsa,    mengalami kekerasan fisik, psikis maupun  persetubuhan. Apalagi, trendnya  terus mengalami peningkatan.    

  Bahkan menurutnya, kemungkinan  yang sebenarnya terjadi masih banyak  namun  tidak dilaporkan dengan berbagai  pertimbangan dari pihak keuarga  korban  misalnya  karena menjadi malu atau  untuk  perkembangan  psikologi anak  tersebut. Apalagi , sebagian dari kekerasan fisik maupun seksual    terhadap anak dibawah umur  ini dilakukan oleh keluarga  terdekat  dari korban bahkan  sekalipun  orang tua dari korban sendiri.  ‘’Ini kan membuat kita miris,’’  jelasnya. 

  Hendrikus Mahue mencontohkan,  kasus kekerasan   atau persetubuhan terhadap anak dibawa umur yang terjadi  pada Minggu (23/6) lalu  yang dilakukan  oleh paman dari korban sendiri di Pasar Mopah Merauke. Dimana  korban yang baru  berumur  7 tahun  tersebut harus  menjalani operasi dan trauma karena alat kelaminya robek. ‘Itu dilakukan  pelaku  pada saat mabuk,’’ katanya. 

  Karena itu, ia meminta   pemerintah  untuk menangani masalah miras ini  yang selama ini selalu menjadi sumber berbagai  kriminalitas dalam masyarakat.  

   Ditambahkan, sebagai Lembaga   Perlindungan Anak Kabupaten Merauke, pihaknya    telah punya tim kerja dan telah bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan dan Pelindungan Anak. 

‘’Di sana, kami punya Pokja dalam rangka memberikan advokasi kepada anak yang menjadi korban  kekerasan fisik, psikis maupun   seksual,’’ tambahnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: