Beranda Merauke Hari Ini Gereja untuk Pengembangan Iman Umat

Gereja untuk Pengembangan Iman Umat

0
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke Pastor Hendrikus Kariwop,  MSC,  saat memotong pita menandai Peresmian Gereja Katolik Paroki Kudamati,  Minggu (29/9).  ( FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE- Gereja Katolik Santo Mikhael Kudamati Merauke, diresmikan dan diberkati sekaligus peningkatan status dari stasi mandiri menjadi paroki oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke,  Pastor Hendrikus Kariwop, MSC atas nama Uskup Agung Merauke,  minggu (29/9).  

  Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung papan, pengguntingan pita serta pemberkatan dengan percikan air suci. Turut membuka selubung papan nama Anggota MRP Pokja Agama John Wob. Pemberkatan dan peresmian gereja Katolik ini diawali dengan perarakan secara adat suku Marind, pemilik Tanah  adat yang telah mewakafkan tanahnya kepada Umat Katolik Kudamati,  dari gedung gereja lama menuju gedung gereja baru.  

   “Orang tua kami Johannes Gebze telah mewakafkan Tanah ini kepada Umat Katolik Kudamati,” kata H. Waros Gebze. Perarakan secara adat ini juga dilakukan dari Suku Wambon. Mantan Bupati Merauke Drs Johannes Gluba Gebze dan Drs Romanus Mbaraka,  MT, banyak berjasa dalam pembangunan gereja yang dibangun langsung oleh PT Tunas Jaya.

   Gedung gereja ini sudah selesai dibangun tahun 2016, dan mulai digunakan Desember 2017. Namun, baru diresmikan seiring dengan ulang tahun pelindung gereja Santo Mikhael, 29 September 2019. 

   Pastor Hendrikus Kariwop mengungkapkan,  bangunan gereja yang cukup besar dan megah ini adalah untuk pengembangan iman umat Katolik Keuskupan Agung Merauke terlebih khusus umat Paroki Santo Mikhael Kudamati.  Tapi,  yang lebih penting dan utama adalah bagaimana iman umat terus bertumbuh dan bertumbuh.  

  Pastor Paroki St. Mikhael Kudamati Pius Manu,  Pr,  mengungkapkan,  keberadaan gereja ini berawal dari kehadiran Suku Muyu Mandobo dan mendirikan gereja dan lama kelamaan umat semakin bertambah sehingga umat merindukan adanya sebuah gereja yang layak.  Sehingga tahun 2007 dimulailah peletakan batu pertama hingga bangunan gereja ini diresmikan.  (ulo/tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here