Giliran Vendor Katering PON yang Menjerit

By

Umiyati salah vendor katering PT. Imari saat menyerahkan lunch box kepada salah satu relawan PT Imari yang ada di Kantor Otonom Provinsi Papua di Kotaraja, saat pelaksanaan PON XX Papua 2021 lalu.
Insert, vendor katering saat mengemas nasi kotak untuk didistribusikan saat PON XX. (FOTO:Rakhtim for Cepos)


Biaya Katering PON Belum Dibayar, Usaha Terancam Bangkrut

JAYAPURA-Setelah sebelumnya sebanyak 12 hotel di Kota Jayapura yang mengeluhkan belum dibayarnya katering makanan dan minuman untuk tamu VIP yang menginap di hotel mereka selama penyelenggaraan PON XX Papua 2021 lalu, giliran vendor katering PT. Imari Nouritture lainnya yang menjerit lantaran biaya katering mereka belum dibayar.
Parahnya lagi beberapa pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang bekerja sama dengan vendor katering PT.Imari terancam bangkrut alias gulung tikar apabila pembayaran katering tersebut tidak segera diselesaikan.
Untuk itu, mereka meminta PT. Imari segera menyelesaikan pembayaran utang kateringnya agar usaha mereka tidak tutup.
Rakhtim salah satu vendor PT. Imari yang menyediakan makanan dan snack saat PON XX Papua 2021 mengakui, ada sekira Rp 1,2 miliar yang belum dibayarkan pihak PT Imari.
Rakhtim menyebutkan saat ini banyak pelaku UKM yang ikut membantu vendor dalam menyediakan makanan dan minuman yang gulung tikar karena tidak punya modal.
Parahnya lagi menurut Rakhtim, kesepakatan kerja sama yang ia tahu bahwa selesai PON maka semua katering dibayarkan oleh PB PON XX kepada PT. Imari, selanjutnya PT. Imari yang bekerja sama dengan vendor akan dibayarkan juga.
Namun saat ini dari pihak PB PON XX Papua menurut Rakhtim, menyampaikan bahwa dilakukan audit dulu oleh BPKP setelah itu baru dibayarkan.
“Apa yang telah dikatakan PB PON dengan PT. Imari tidak sesuai. Tidak ada kesepakatan pembayaran dilakukan selesai diaudit BPKP. Tapi selesai PON XX, langsung dibayarkan. Jadi PB PON ini tidak jelas, PON XX dibilang sukses, suksesnya dari mana? Banyak vendor yang bekerja sama dengan kami, dikasi tinggal,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (18/2).
“Kami belum dibayar PT. Imari, sementara kami harus bayar makan minum kepada pelaku UKM yang bekerja sama dengan kami. Sekarang mereka mengeluh dan usahanya terancam bangkrut tidak ada modal serta bayar kredit di bank,” sambungnya.
Terkait pembayaran utang katering ini, Rakhtim mengaku sudah menyurat ke PT Imari dan PB PON Papua tapi jawabannya juga sama masih menunggu audit BPKP dulu.
Untuk itu, Rakhtim berharap hal ini bisa menjadi perhatian serius Pemprov Papua khususnya Gubernur Papua yang juga merupakan ketua PB PON XX Papua. Pasalnya, belum dibayarnya biaya katering PON ini mengancam eksistensi pelaku usaha. Dimana tidak sedikit yang merugi dan bangkrut.
“Padahal PON XX Papua yang digelar di tengah pandemi Covid-19 diharapkan bisa membantu memulihkan dan membangkitkan perekonomian pelaku usaha dan masyarakat. Tapi sebaliknya justru tidak membangkitkan malah menenggelamkan pelaku usaha di Jayapura,” sesalnya.
Rakhtim menyebutkan, bukan dirinya saja vendor katering yang belum menerima pembayaran namun masih banyak vendor lainnya yang mengalami kondisi yang sama. “Ada beberapa vendor yang saya kenal, juga belum dibayar biaya kateringnya yang mencapai ratusan juta rupiah. Jadi ini jangan dibiarkan begitu saja. Saya juga minta PT. Imari juga harus tegas jangan seperti ini. Karena ini juga tanggung jawabnya,” tegasnya.
Melihat kondisi ini, Rakhtim menyebutkan hal ini sudah termasuk wan prestasi. Oleh sebab itu, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk penyelesaian pembayaran katering yang belum mereka terima.
Seperti sebelumnya pihak PT. Imari juga masih menunggu pembayaran dari PB PON XX karena saat ini juga belum ada tanda-tanda pembayaran dari PB PON nanti jika sudah dibayarkan maka semua kewajiban PT Imari juga dilakukan.(dil/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: