GKI Sudah Banyak Berkontribusi bagi Peradaban di Tanah Papua

By

Pembukaan sidang klasis GKI Nabire dihadiri oleh Sekretaris umum Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Daniel J. Kaigere, S.Si, serta dihadiri oleh dua Bupati masing-masing Bupati Puncak Papua Willem Wandik,SE.M.Si serta Bupati Nabire Mesak Magai.S,Sos.M.Si, di gereja Tabernakel Oyehe Nabire Selasa (27/9) kemarin. (FOTO: Diskominfo Kab. Puncak)

*Sidang Klasis GKI Nabire Resmi Dibuka 

NABIRE-Gereja Injili Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua telah banyak berkontribusi terhadap pembangunan di Tanah Papua, terutama dalam membangun peradaban orang Papua. 

 Artinya pemerintah dan gereja merupakan mitra dalam pembangunan orang Papua, sehingga harus selaras dalam pelayanan kepada umat sesuai dengan fungsi masing-masing.

 Demikian hal tersebut disampaikan oleh Bupati Puncak Papua Willem Wandik,SE.M.Si, saat menghadiri pembukaan sidang Klasis GKI Nabire ke XV di gereja Tabernakel Oyehe Nabire Selasa (27/9) kemarin.  Sidang Klasis GKI ini digelar sampai Kamis (29/9) hari ini. 

 Untuk diketahui, Sidang Klasis GKI Nabire yang akan berlangsung selama tiga hari itu , dibuka resmi oleh Sekretaris umum Sinode GKI di Tanah Papua,Pdt. Daniel J. Kaigere, S.Si, serta dihadiri oleh dua Bupati masing-masing Bupati Puncak Willem Wandik,SE.M.Si serta Bupati Nabire Mesak Magai.S,Sos.M.Si.

Panitia sidang Klasis GKI Nabire sendiri berasal dari gereja Eklesia GKI Ilaga, dan harusnya pelaksanaan Sidang Klasis GKI Nabire sesuai dengan keputusan Klasis GKI Nabire dilaksanakan di Kabupaten Puncak Papua, namun karena kondisi keamanan yang belum terlalu kondusif, enam bulan lalu, sehingga Sidang dipindahkan ke Nabire, namun panitia tetap dari gereja GKI Eklesia Ilaga, Kabupaten Puncak Papua, seluruh panitia juga merupakan warga jemaat Eklesia Ilaga.

 “Sebenarnya kami sudah siap kami sudah bangun lokasi sidang, pertama untuk konferensi Kingmi 2021 lalu, ternyata dipindahkan ke Timika, begitu juga untuk sidang klasis GKI Nabire, harusnya kami siap sekali, namun karena kondisi keamanan, terpaksa pindah ke Nabire, Kami berharap doa dari para hamba Tuhan di GKI Klasis Nabire, sehingga ke depan Kabupaten Puncak bisa aman, dan kegiatan gereja bisa dilaksanakan di Ilaga,Kabupaten Puncak,”terangnya.

 Willem Wandik mengaku mendukung pelaksanaan sidang klasis GKI Nabire, terbukti dengan adanya dispensasi bagi ASN yang menjadi panitia pelaksanaan sidang, sehingga dirinya berharap dalam sidang klasis ini, bisa merancang program-program pelayanan yang sesuai dengan kondisi di wilayah GKI Nabire,sehingga pelayanan ke depan, benar-benar menyentuh warga jemaat.

“Gereja GKI maupun gereja lainnya, Kingmi, Baptis, GIDI, dan gereja lainnya, telah banyak memberikan kontribusi dalam pembangunan, membangun peradaban Papua, itu sebabnya sebagai anak gereja, kami sangat mendukung kegiatan gereja, kita harus bersama-sama bergendengan tangan dengan pemerintah menjaga umat kita, terutama dengan pelayanan yang benar-benar menyentuh kepada masyarakat, sebab ke depan banyak tantangan yang akan kita hadapi,”ungkap Alumi STIE Ottow dan Geisler Jayapura ini

 Willem Wandik juga berharap agar dalam sidang Klasis bisa merancang program pelayanan yang mampu menyentuh jemaat, apalagi ke depan kabupaten Nabire akan menjadi pusat pemerintahan, Provinsi Papua tengah, sehingga sudah harus memproteksi warga jemaat di tengah arus perubahan.

 Sementara itu, sekretaris Sinode GKI di Tanah Papua Pdt.Daniel J.Kaigere dalam sambutannya berharap agar sidang klasis GKI Nabire sebagai momentum untuk mengevaluasi program pelayanan gereja di klasis GKI Nabire, serta harus mampu untuk merancang program-program pelayanan, benar-benar sesuai dengan kondisi di daerah,apalagi saat ini Kabupaten Nabire, sudah ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, tentu akan banyak terjadi perubahan di wilayah ini.

“Saya dengar Kota Nabire direncanakan akan menjadi pusat Provinsi Papua Tengah, sebagai warga gereja juga sebagai warga masyarakat, apa tanggungjawab kita menyonsong Provinsi ini, kita harus mampu menterjemah perubahan, baik sebagai pelayan, hal-hal yang baru, harus mampu menjelaskan kepada warga jemaat, mulai dari istilah maupun aspek lainnya, harus diterjemahkan, berikan pengertian sampai kepada warga jemaat,”ungkapnya.

“Sehingga warga jemaat memahami dengan baik perubahan ini, sehingga warga tidak akan menjadi konter perubahan, apa yang harus mereka terima dan apa yang harus mereka proteksi,”tambahnya.

 Sementera itu, Bupati Nabire Mesak Magai dalam sambutannya mengakui jika peran gereja Kristen Injili di Tanah Papua,terutama di kawasan Teluk Cendrawasih, sangat penting dalam rangka melepaskan orang Papua dari kegelapan, keterbelakangan, dan hasilnya dari kehadiran gereja GKI membawa dampak perubahan yang luar biasa bagi pembangunan daerah, Papua secara umum dan lebih khusus di wilayah Nabire.

“Saya selalu mengambil contoh saya sendiri, ketika GKI melalui YPK masuk di kampung saya, maka saya bisa hadir dan berdiri saat ini, sehingga pemerintah sangat mendukung kegiatan ini, terutama program-program yang bisa menyentuh ke masyarakat, karena gereja dan pemerintah adalah Mitra,”tandasnya.

 Ketua Panitia Ir.Darwin Tobing, MM menjelaskan sidang Klasis GKI Nabire, sebagai sarana untuk mengevaluasi program pelayanan baik di tingkat klasis dan tingkat jemaat 2017-2022 yang ditetapkan saat sidang klasis GKI 2017 lalu, selanjutnya melalui sidang ini juga menentukan program pelayanan di klasis dan tingkat jemaat selama lima tahun pelayanan tahun 2022-2027, sekaligus memilih Ketua Klasis GKI nabire periode 2022-2027.

 “Peserta sendiri berjumlah 274 orang, terdiri dari 7 orang dari masing-masing 32 jemaat penuh, dan 5 orang dari 9 bakal jemaat dan 5 orang dari satu pos pekabaran injil dan diantara mereka, dari tujuh utusan tersebut, lima orang dari majelis dan 2 untuk peninjau,” jelasnya.(Diskominfo Puncak Papua)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: