Gubernur: Kekerasan Tak Selesaikan Masalah

By

JAYAPURA-Gubernur Papua, Lukas Enembe S.IP, MH meminta seluruh komponen masyarakat dan aparat keamanan untuk bisa menahan diri merespon perkembangan situasi keamanan di Papua. Ia merasa prihatin dengan kondisi terkini. Jangan karena keinginan satu dua kelompok  akhirnya Papua menjadi tanah yang penuh kekerasan. 

Kejadian kekerasan menurutnya tak seharusnya terjadi di Papua. Mengingat Papua sebagai tanah perjanjian dan tanah yang diberkati sehingga kedamaian harus tercipta.

Gubernur Enembe  meyakini kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah dan justru melahirkan masalah baru. Masyarakat atau siapapun harus cerdas melihat ini. Jangan asal terlibat yang akhirnya menimbulkan kekerasan bahkan berakhir dengan kematian. Ia mengingatkan semua bahwa Papua adalah tanah perjanjian yang diberkati. 

“Kita perlu sepakati bahwa Papua adalah tanah damai yang diberkati, honai besar untuk semua dan saya mengharapkan semua komponen anak bangsa untuk menahan diri dengan tidak melakukan tindakan provokatif, represif  dan tindakan yang mencederai rasa kemanusiaan, rasa keadilan sesama anak bangsa yang ada di atas tanah perjanjian ini,” kata Gubernur Enembe saat menyampaikan pidatonya dalam pembukaan sidang APBD Perubahan tahun 2019 di ruang sidang DPR Papua, Rabu (25/9). 

Dirinya juga meminta kepada para mahasiswa  Papua di seluruh Indonesia yang kuliah di luar Papua baik yang sudah kembali ke Papua maupun belum untuk memikirkan masa depannya. “Saya minta dengan hormat untuk tetap berkuliah agar masa depan dikorbankan. Jangan kembali ke Papua tanpa ijazah,” ujarnya. 

Tak hanya itu, mantan Bupati Puncak Jaya ini juga meminta kelompok yang berseberangan  mengurungkan niat untuk merdeka. Papua menurutnya sudah final dalam NKRI dan siapapun itu harus mengerti bahwa Papua adalah NKRI dan jika ada keinginan lain  tolong diurungkan.

 “Mari bangun kemerdekaan itu sesuai bingkai NKRI dan ini waktunya. Kalau ada yang lain sampaikan ke saya untuk saya teruskan ke presiden. Jangan dengan demo di tanah perjanjian ini. Seluruh komponen anak bangsa menahan diri,” tegasnya. 

 Ia juga menginstruksikan seluruh umat tuhan untuk berdoa sebab peristiwa yang terjadi harus diselesaikan dengan menghadirkan Tuhan di hati. “Mari berikan dukungan untuk semua umat Tuhan,  berdoa dan yang lain bergandengan tangan,” ajaknya.  

Hal serupa disampaikan Ketua DPR Papua, DR Yunus Wonda SH MH yang meminta seluruh elemen masyarakat di Papua perlu menahan diri dan selalu mengecek kebenaran berita yang diterima, baik itu melalui media sosial maupun secara lisan. 

 “Ini untuk menghindari hal-hal yang justru memperkeruh suasana dan situasi kondusif bisa dipulihkan. Informasi yang diterima harus dicek lagi, jangan langsung disebar. Bahaya,” ujarnya. Atas nama  DPR Papua Yunus menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya para korban baik di Jayapura maupun di Wamena.  Apakah itu mahasiswa, pelajar termasuk anggota TNI. Kejadian-kejadian seperti mintanya ini jangan lagi terjadi. Sudah cukup air mata dan jangan lagi berulang.  DPR Papua menyerukan untuk seluruh kekerasan di Papua harus dihentikan dan mencoba menghormati sesama umat Tuhan.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Rudolf A Rodja mengajak semua masyarakat untuk tidak lagi melakukan aksi-aksi atau hal yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan Kamtibmas dalam hal ini lingkungan masyarakat. “Mari kita saling bahu-membahu untuk bangun Papua, agar sejahtera aman dan damai. Jangan lagi ada kekerasan yang mengakibatkan korban materi dan korban jiwa,” ungkap Kapolda Alberth Rodja saat ditemui di RS Bhayangkara, Rabu (25/9). 

Dirinya yakin dan percaya, masyarakat Papua cinta akan kedamaian, toleransi tinggi dan tidak saling memebedakan antara ras,suku dan agama. (ade/kim/nat) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: