Gubernur Papua Pesan Jaga Kerukunan dan Kekompakan

By

Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi Papua Tahun 2022 secara resmi dibuka pada Senin malam (01/08) di Aula Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kotaraja, Kota Jayapura, ditandai dengan pemukulan tifa bersama. (panitia for Cepos)

MTQ XXIX Tingkat Provinsi Papua Resmi Dibuka 

JAYAPURA- LPTQ – Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi Papua Tahun 2022 secara resmi dibuka oleh Gubernur Papua yang diwakili  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Ir. Iman Djuniawal, M.Si., pada Senin malam (01/08) di Aula Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kotaraja, Kota Jayapura.

  Hadir dalam acara tersebut diantaranya Kabintaldam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf. Yudiono, S.Ag., MM., Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H., Kasubdis Bintal Disminpers Lantamal X Mayor Laut (KH) Andi Roni, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Dr. Amsal Yowei, SE., M.Pd.K., beserta jajaran, Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Papua, Dr. Abdur Razak, S.H., MH., Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Papua, Dr. Zulkarnain, S.H., MH., Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Agus Kurniawan, S.H., MH., unsur kepala daerah diantaranya Penjabat Walikota Jayapura Dr. Frans Pekey, M. Si., Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., MM., pimpinan berbagai instansi pemerintah lainnya di Provinsi Papua, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua, Rektor UNIYAP Dr. H. Muhdi Ibrahim, Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura, Dr. Entis Sutisna, SE., MM., juga tokoh agama, tokoh pendidikan, pimpinan ormas Islam, serta unsur lainnya.

Iman Djuniawal dalam sambutannya menyampaikan pesan Gubernur Papua Lukas Enembe, S.I.P., M.H, jika ia mengajak kepada segenap masyarakat se-Provinsi Papua agar senantiasa memperkokoh persaudaraan sesama bangsa, juga satu hati untuk berdoa agar selalu Papua dijauhkan dari segala musibah.

Ditambahkan,  jika MTQ bukan sekedar dinikmati keindahan dari bacaan Al-Qur’an saja, namun dari pada itu kita juga harus memahami dan mampu mengimplementasikan dalam bentuk kehidupan sehari-hari sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah Muhammad SAW dalam sabdanya bahwa “sebaik-baiknya kalian adalah yang bermanfaat bagi manusia.”

“Marilah kita menjaga kerukunan, kekompakan dan persatuan seluruh masyarakat Papua, lintas agama, suku, ras untuk bekerja sama mensukseskan program pemerintah. Mari menanamkan keharmonisan hidup antar umat beragama. Tanah Papua adalah rumah besar yang harus kita jaga bersama,” ucapnya.

Pada acara yang sama, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua Pdt. Dr. Amsal Yowei dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa MTQ bukan hanya menjadi agenda rutin dan ajang kompetisi saja, tetapi juga ini sebagai momentum dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam hidup berbangsa dan bernegara. Selain itu juga, ditambahnya bahwa MTQ juga menjadi salah satu media untuk menebarkan syiar-syiar Islam dimana menjadi kewajiban umat Islam untuk tekun membaca, mempelajari, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an ditengah derasnya arus perubahan sosial dan budaya saat ini.

  “Islam itu damai. Islam itu teduh. Islam itu cinta akan keadilan. Islam itu menjauhi kekerasan dan Islam selalu menganjurkan kesatuan serta menjauhi permusuhan. Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kepada seluruh kaum muslimin dan muslimah di Tanah Papua untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menciptakan tatanan kehidupan yang harmonis. Marilah kita terus tunjukkan perilaku kita yang damai, ramah dan toleran,” ungkapnya.

  Sementara itu, Dr. Drs. H. Muhammad Musa’ad, M.Si., selaku Ketua LPTQ Provinsi Papua dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa MTQ XXIX kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelum masa pandemic Covid-19, dimana tiga tahun terakhir MTQ dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) diselenggarakan sebagiannya secara virtual. Namun menurutnya, ini tidak sedikit mengurangi eksistensi nilai-nilai amalan yang terkandung didalam setiap ayat-ayat suci Al-Qur’an. 

“Ini jadi momentum bagi kita juga selain untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tapi memahami makna yang terkandung dalam bacaan itu yang paling utama, serta bagaimana kita mengaktualisasikannya kedalam kehidupan sehari-hari,” demikian ucapnya.

  Drs. H. Umar Bauw selaku Ketua Panitia MTQ XXIX dalam laporannya menyampaikan bahwa perhelatan MTQ XXIX kali ini diselenggarakan secara daring dan tatap muka.

  Secara daring yaitu perlombaan Tartil (membaca dengan baik dan benar), Tilawatil (seni baca) Al-Qur’an, anak, remaja, dan dewasa dan Hifdzil (hafalan) Al-Qur’an. Perlombaan yang akan dilaksanakan secara tatap muka yaitu lomba Fahmil/cerdas cermat Al-Qur’an, Kaligrafi/Khot Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan Syarhil/ceramah.

  Umar Bauw menambahkan bahwa sebanyak 315 peserta dari 17 kabupaten/kota se-Provinsi Papua akan bertanding pada 6 cabang perlombaan di MTQ XXIX ini. Kabupaten/kota yang mengikuti  diantaranya Kota Jayapura berjumlah 37 peserta, Kabupaten Jayapura berjumlah 31 peserta, Kabupaten Mimika berjumlah 33 peserta, Kabupaten Merauke berjumlah 35 peserta, Kabupaten Nabire berjumlah 27 peserta, Kabupaten Dogiyai berjumlah 2 peserta, Kabupaten Kepulauan Yapen berjumlah 21 peserta, Kabupaten Mappi berjumlah 16 peserta, Kabupaten Boven Digoel berjumlah 13 peserta, Kabupaten Sarmi berjumlah 13 peserta, Kabupaten Tolikara berjumlah 3 peserta, Kabupaten Supiori berjumlah 4 peserta, Kabupaten Asmat berjumlah 11 peserta, Kabupaten Biak Numfor berjumlah 16 peserta, Kabupaten Jayawijaya berjumlah 16 peserta, Kabupaten Keerom berjumlah 28 peserta, Kabupaten Deiyai berjumlah 9 orang.(luc)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: