Gubernur Sayangkan Narasi-narasi Keliru

By

JAYAPURA – Gubernur Lukas Enembe  melalui Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus, meminta kepada sejumlah tokoh yang mendesaknya untuk mundur ataupun digantikan oleh pejabat yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat agar lebih dulu memperkaya diri atas informasi yang saling terkait.

“Komdisi fisik Gubernur dari otoritas resmi ataupun yang berwenang. Gubernur menyayangkan narasi-narasi keliru yang masih dalam koridor hipotesis sudah dianggap sebagai sajian ilmiah oleh kelompok tersebut,” katanya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos, Rabu (12/1) kemarin.

Lanjutnya, Gubernur Lukas Enembe meminta maaf apabila dalam penyampaian beberapa pidato ataupun sambutannya di sejumlah acara terlihat terbata-bata dan tidak lancar, namun daya kritis dan manajemen kepemimpinan yang beliau miliki masih teramat tebal dan kaya. 

Gubernur Lukas menambahkan bahwa menjadi pemimpin bukan hanya membutuhkan mulut yang bisa berbicara, tetapi jauh dari itu, pemimpin membutuhkan otak yang mampu berpikir tangkas dan hati yang tulus dalam pengabdiannya.

“Beliau, menyampaikan agar masyarakat adat yang ada di seluruh tanah Papua untuk tidak terpecah oleh agenda-agenda yang bertendensi adu domba. Gubernur mengajak kepada seluruh tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang ada di Papua untuk menjaga perdamaian dan ketentraman,” tambahnya. (ana)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: