Gugatan Praperadilan Kasus Asusila Ditolak Pengadilan

By

JAYAPURA-Pengadilan akhirnya memutuskan menolak gugatan pemohon pra peradilan dari dugaan kasus asusila dengan perkara nomor 05/Pen.pra.pid/2021/PN.Jap di PN Kelas 1 A Jayapura. Dengan hasil ini sidang akan dilanjutkan dengan pokok perkara.
H Achmad Jaenuri LC., MC dan Imam Khoiri dari Lembakum Anak Negeri yang menjadi penasehat hukum pelaku berinisial HW menjelaskan bahwa dari agenda putusan pra peradilan hakim yang dipimpin oleh Linn Carol Hamadi SH memutuskan menolak permohonan pemohon.
Salah satu pertimbangannya adalah adanya bukti terdakwa pernah menandatangani surat penolakan untuk didampingi oleh penasehat hukum. “Iya putusannya, permohonan kami ditolak karena ada surat pernyataan bahwa klien kami pernah menandatangani surat penolakan didampingi pengacara pada 9 Juli 2021. Hanya yang ditunjukan kemarin foto copy, bukan asli,” kata Achmad Jaenuri didampingi Imam Khoiri usai sidang, Jumat (13/8).
Hanya menurut Jaenuri ia merasa aneh, sebab pada 24 Juli ketika ia melakukan pendampingan dan bertemu dengan Kasatreskrim, pihaknya tidak diberitahu jika kliennya pernah menolak didampingi penasehat hukum.
“Kami kaget saja kalau klien kami pernah membuat surat penolakan tersebut, sebab pada 24 Juli kami ke Polres itu tidak disampaikan kepada kami dan kami coba kroscek ke klien kami ia menyampaikan tidak pernah menandatangani penolakan untuk menggunakan pengacara,” jelas Jaenuri.
“Jika saat itu kami diberitahu tentu kami tidak ajukan pra peradilan, tapi memang ada banyak kejanggalan disini, termasuk soal penetapan tersangka yang hanya 1 jam setelah diperiksa sebagai saksi,” sindirnya. Meski demikian kata Jaenuri pihaknya tetap menghormati putusan pengadilan dan menerima hasil tersebut.
Setelah pra peradilan ditolak, kata Jaenuri pihaknya akan mencoba mendampingi HW, jika HW meminta meski dalam pra peradilan ada surat penolakan. “Kami tetap mengacu pada pasal 114 KUHAP dimana perbuatan pidana yang sanksinya di atas 5 tahun maka tersangka wajib didampingi penasehat hukum,” beber Imam.
Pihaknya juga menyatakan akan tetap konsisten memberikan pendampingan dan pemahaman hukum masyarakat terlebih yang awam soal hukum. “Bagi masyarakat yang menghadapi perkara hukum akan kami siap memberikan pendampingan, apakah salah, benar itu persoalan nanti,” imbuhnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: