Beranda Merauke Hari Ini Gugatan PT Pelayaran Musamus Masih Berproses

Gugatan PT Pelayaran Musamus Masih Berproses

0
Wakil Bupati Merauke  Sularso, SE

MERAUKE-Gugatan  yang dilayangkan PT Pelayaran Musamus   kepada Pemerintah Kabupaten Merauke sampai sekarang ini  masih  berproses di Pengadilan Ambon. Diketahui, gugatan     PT Pelayaran Musamus  kepada Pemerintah Kabupaten Merauke  ini terkait dengan kerja sama operasional 4 kapal milik Pemkab Merauke. Oleh PT Pelayaran Musamus menilai  Pemerintah Kabupaten Merauke  melakukan  wanprestasi    terhadap salah satu pasal  yang ada  dalam  perjanjian  tersebut.

  “Untuk   gugatan dari PT Pelayaran Musamus  tersebut sampai saat ini masih berlangsung di Ambon,’’ kata   Wakil Bupati Merauke  Sularso, SE kepada   wartawan di Kantor Bupati Merauke,  Selasa (20/8). 

   Pada Kamis (15/8) lalu,   ungkap Wabup Sularso, Pemkab Merauke lewat kuasa hukum menghadiri sidang lanjutan di Ambon tersebut. “Ini masih  berporses dan tahapan berikutnya  akan ada pemeriksaan beberapa saksi.  Selanjutnya pengadilan akan membuat keputusan. Setelah itu  baru kita  lihat. Sebab, itu bisa  diproses apabila  perkara sebelumnya sudah  tuntas,’’ tandasnya. 

 Menurut  Wabup Sularso,  setelah ada putusan baru   Pemerintah Kabupaten Merauke  bersikap  apakah  akan melakukan gugatan  balik   kepada PT Pelayaran Musamus. Karena da hak dan kewajiban masing-masing    pihak untuk bisa dipertanggungjawabkan. 

  “Kami  menggunakan  kuasa dalam hal ini Kabag Hukum Setda  Kabupaten Merauke  yang ada untuk mengawal  kepentingan pemerintah,’’ tandasnya. 

  Sekadar   diketahui,  PT Pelayaran Musamus mengoperasikan 4 kapal Pemkab Merauke  yakni KM Lady Mariana, KM Maroka Ehe, Yelmasu  100 dan Ohan 09.   Dari 4 kapal   yang dioperasikan ini, PT Pelayaran Musamus  memiliki  tunggakan  pembayaran dari  pengoperasian  4 kapal tersebut sebesar Rp 5 miliar. Namun dari Rp 5 miliar  tersebut, baru   Rp 2 miliar  yang dibayarkan, sehingga sampai sekarang masih memiliki  tunggakan  pokok sebesar Rp 3 miliar.   

   Selain itu, dalam perjanjian kerja sama  operasional, salah satu  pasal menyebutkan bahwa saat  dikembalikan ke Pemkab Merauke, kapal-kapal tersebut layak beroperasi. Namun faktanya, saat ini  tiga dari 4 kapal  tersebut sudah menjadi besi tua di Ambon. Sedangkan   kapal Ohan 09   saat ini tidak diketahui keberadaanya. (ulo/tri)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here