Harga BBM Eceran Mulai Ditertibkan

By

WAMENA-Pemerintah Jayawijaya melalui Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) mulai menertibkan penjualan BBM eceran di tengah masyarakat. Masyarakat diminta untuk melaporkan pengecer BBM jenis Pertalite, apabila masih dijual dengan harga di atas Rp 15.000/liter. Bagi pengusaha yang kedapatan akan dilakukan penindakan administrasi dengan pencabutan izin usahanya.

   Kepala Seksi Standarisasi Perlindungan Konsumen dan Meterologi  Disnakerindag Kabupaten Jayawijaya, Lodwik Mosip S.Si menyatakan fenomena yang terjadi di Jayawijaya menjelang akhir tahun itu biasanya harga BBM dinaikkan dan juga ada penimbunan. Dimana dalam beberapa hari ini untuk BBM Pertalite itu dijual sampai dengan harga Rp 25.000 per liter, sehingga pihaknya melakukan penertiban.

  “Penertiban ini khusus untuk BBM, dimana pengecer ini baik itu mama-mama dan pedagang kios mengambil BBM subsidi dari Pertamina, maka kami dari pemerintah menentukan harganya itu Rp 15.000 per liter tidak boleh lebih dari itu,” tegasnya Selasa (30/11) saat melakukan penertiban BBM di jalan Patimura Wamena.

   Untuk penertiban ini, kata Lodwik, pihaknya masih memberikan imbauan saja kepada para pedagang pengecer BBM ini. Selanjutnya kalau ada yang masih jual di atas dari harga yang telah ditetapkan dan apabila kedapatan, maka ada sanksi tegas yakni pencabutan izin usahanya dan juga sanksi sesuai prosedur hukum yang berlaku.

   “Sangat tidak masuk akal, kalau BBM itu diperoleh dari subsidi pemerintah tetapi dijual dengan harga industry, pastinya ada sanksi yang akan diberikan kepada pengecer bila didapati seperti itu. Sebab penetapan harga Rp 15.000 ini sudah diberlakukan sejak 29 November kemarin sesuai dengan surat edaran dari Sekda Jayawijaya.” katanya.

   Ia juga memastikan sampai  tahun 2022, harga ini akan terus berlaku selama tidak ada perubahan yang dikeluarkan pemerintah. Sementara untuk BBM industri ini bisa dijual dengan harga di atas Rp 15.000-20.000, namun kebanyakan di Jayawijaya ini BBM bersubsidi sehingga untuk tingkatan harga juga diatur pemerintah.

  “Karena ini BBM subsidi, maka tidak diperkenankan kepada pedagang pengecer BBM untuk mematok harga sendiri, semua sudah diatur oleh pemerintah,” jelas Lodwik yang meminta masyarakat melapor ke Disnakerindah bila masiha da pengecer BBM menjual di atas Rp 15 ribu/liter. (jo/tri) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: