Harga Beli Beras Bulog Masih Berpatokan Inpres 2015

By
Kepala Devisi Bulog Sub Devri Merauke Djabiluddin

MERAUKE -Kepala Devisi Bulog Sub Devri Merauke Djabiluddin mengungkapkan bahwa sampai sekarang ini pihaknya    dalam  pengadaan atau pembelian  beras kepada   petani   masih berpatokan pada   Instruksi Presiden  (Inpres)  tahun 2015.  Dimana  harga    beli Bulog sebesar Rp 7.300 perkilo.

  “Tapi harga    ini   beras sudah di gudang  bulog,’’ kata Djabiluddin, kepada media ini ditemui   di kantornya   baru-baru ini.  

  Namun begitu, jelas  Djabiluddin, bahwa selain harga   pembelian  beras  bulog tersebut sesuai dengan  Inpres  tahun 2015, juga ada   stabilisasi harga dengan memperbaiki  kualitas beras sebesar  10 persen dari Inpres  tersebut menjadi Rp 8.030  perkilo. Namun harga  ini, lanjut  Djabaluddin,  beras sudah berada di gudasng bulog. Sehingga  untuk   pembelian  beras oleh mitra  bulog   sudah  pasti  dibawah  harga gudang bulog sebesar Rp 8.030  perkilo  tersebut. 

‘’Karena  mitra juga memperhitungkan  biaya  angkut, buruh dan keuntunganm,’’ jelasnya. 

    Namun lanjut   Djabiluddin, apabila mitra bulog membeli beras petani  terlalu  murah maka  petani  bisa melaporkan  kepada  pihaknya  sehingga  pihaknya  melalui Satgas Bulog  yang  akan turun untuk melakukan pembelian secara langsung kepada petani. 

   ‘’Kalau mitra  kami membeli  cukup murah dari harga  yang  pantas maka  laporkan  kepada kami. Nanti Satgas  Bulog  yang akan turun  langsung melakukan pembelian   beras dari petani tersebut,’’ jelasnya. 

  Penjelasan Djabiluddin    terkait harga  pembelian beras  ini terkait dengan keluhan petani di Merauke soal harga   jual petani  pada panen  rendengan  tahun 2019  ini  yang dinilai  cukup rendah. Petani mengeluhkan    harga   pembelian  beras  oleh para mitra bulog dari petani  tersebut hanya berkisar antara Rp 7.300-7.500 perkilo. Dengan membandingkan  harga  beras  tingkat petani di Nabire  dengan harga Rp 9.000  perkilonya.  

   Menurut Djabaluddin, jika   mitra membeli sekitar Rp 7.500 perkilo  sudah memenuhi standar karena  mitra  masih memperhitungkan  soal biaya  transportasi dari penggilingan  ke gudang, biaya buruh  dan  keuntungan.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: