Hindari Coret-Coretan, Siswa SMPN 2 Gunakan Pakaian Adat

By
Kepsek SMPN 2 Merauke Mayela Yeterok. S.Pd saat memasang setangkai bunga kepada anak-anak lulusan SMPN 2 Merauke saat pengumuman  yang  berlangsung di halaman SMPN 2 Merauke, Kamis (29/5) ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE- Untuk menghindari aksi coret -coretan  bagi para lulusan di SMPN 2 Merauke yang merupakan sekolah rujukan di Kabupaten  Merauke, sekoleh tersebut  mewajibkan siswanya yang  akan mendengarkan pengumuman  tersebut menggunakan   kebaya atau pakaian  adat masing-masing. Selain   itu,  para siswa  tersebut wajib datang didampingi   orang  tuanya atau  wali orag tua.

   Tak hanya itu, para siswa   tersebut diberi setangkai bunga. Kepsek  Kepala  SMPN 2 Merauke Mayela Yeterok. S.Pd,     memasang  langsung  bunga di dada dari setiap lulusan itu. Sedangkan hasil perolehan nilai  mereka diserahkan oleh masing-masing wali kelasnya. 

    Kepada media ini seusai kegiatan tersebut,   Mayela Yeterok  mengungkapkan bahwa seluruh siswa yang ada di SMPN 2 Merauke ini lulus 100 persen. ‘’Dari 295   siswa, lulus   100 persen. Jadi semua lulus,’’ kata  Mayela Yeterok.  

  Mayela Yeterok mengungkapkan bahwa  pihaknya sengaja  mewajibkan  seluruh siswa mengunakan  kebaya atau pakaian adat masing-masing  unutk menghindari aksi coret-coret seragam dari siswa tersebut. ‘’Karena kebiasaan dari anak-anak disini, kalau saat pengumuman  rasa kegembiraan itu diluapkan dengan aksi coret-coret  pakaian seragam  mereka. Padahal,   pakaian seragam tersebut  masih sangat bermanfaat apabila disumbangkan kepada anak-anak yang membutuhkannya,’’ jelasnya.  (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: