Ikut Prihatin

By

Stevie Bonsapia (FOTO:Instagram Bonspia)

JAYAPURA-PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi Liga 2 Indonesia 2022/2023. Hal itu dilakukan setelah anggota Exco PSSI melakukan rapat pada 12 Januari 2023. Putusan PSSI dinilai sangat kontroversial, pasalnya tragedi Kanjuruhan Malang terjadi pada kompetisi Liga 1. Namun nyatanya, PSSI justru melanjutkan Liga 1, dan menghentikan kompetisi Liga 2.

Legenda hidup Persipura Jayapura dan sepak bola nasional, Stevie Bonsapia merasa sangat prihatin dengan keputusan PSSI untuk menghentikan kompetisi Liga 2 serta babak nasional Liga 3.

Menurut Bonsapia, apa yang dilakukan oleh PSSI sangat merugikan klub-klub Liga 2 dan Liga 3. Termasuk para pemain yang sudah menggantungkan hidup pada dua kompetisi tersebut.

“Saya sangat perihatin melihat Liga 2 dan Liga 3 dihentikan. Otamatis merugikan bagi klub dan terjadi pengangguran,” ungkap Bonsapia kepada Cenderawasih Pos, Senin (16/1).

“Kasihan semua pemain dan stakeholder, mereka mencari nafkah dari sepak bola untuk menghidupi keluarganya,” sambungnya.

Bonsapia menuturkan bahwa keputusan untuk menghentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 akan berdampak besar pada perkembangan sepak bola tanah air.
Mengingat kompetisi Liga 2 dan Liga 3 merupakan jenjang regenerasi sepak bola tanah air.

“Keputusan ini juga membuat kapan sepak bola Indonesia bisa maju,” ujar pria yang kini menjadi pegawai Bank Papua itu.

Dia berharap agar otoritas sepak bola Indonesia bisa mengkaji kembali keputusan yang mereka lakukan. Sebab Liga 2 dan Liga 3 mestinya harus dilanjutkan jika Liga 1 juga dilanjutkan. “Saran saya mungkin PSSI lebih bijak dalam mengambil keputusan dan harapan Liga 2 dan Liga 3 tetap dilanjutkan,” pungkasnya. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: