Imlek, Papua Goldent Tiger Siapkan 10 Barongsai

By
Ketua Papua Goldent Tiger,  Irwan Sjaiful saat menujukkan salah satu barongsai terbaru yang dimainkan pelatih barongsai, Muktar, Senin (20/1).  ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA-Papua Goldent Tiger tahun 2020 ini, kembali siap memeriahkan perayaan Imlek dengan menghadirkan pertunjukan barongsai.

Untuk Imlek tahun ini yang jatuh  pada tanggal 25 Januari, Papua Goldent Tiger menyediakan 10 barongsai. 

Ketua Papua Goldent Tiger yang juga Ketua FOBI (Federasi Olahraga Barongsai Indonesia) Cabang Papua,  Irwan Sjaiful mengaku sudah menyiapkan 10 barongsai dalam rangka memeriahkan perayaan Tahun Baru China kali ini. Sebelumnya dirinya telah memiliki 6 barongsai dan tahun ini ada penambahan 4 barongsai lagi. 

Tidak hanya mempersiapkan pertujukan barongsai, dirinya juga secara khusus mendatangkan pelatih barongsai dari Surabaya untuk melatih anak-anak putra daerah di Jayapura.

“Setiap tahun saya selalu mendatangkan pelatih tiga orang dari Surabaya yang memang khusus untuk melatih anak-anak asli Papua maupun non Papua yang berdomisili di Kota Jayapura untuk melakukan atraksi tarian barongsai. Karena barongsai sudah masuk dalam cabang olahraga maka saya rasa sangat perlu melatih anak-anak Papua dalam mempelajari barongsai itu sendiri,” kata Irwan kepada Cenderawasih Pos, Senin (20/1) kemarin.

Diakuinya persiapan  barongsai sudah dilakukan dan dibutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu untuk persiapan. Saat ini pihaknya telah menyiapkan lebih 12 personel untuk atraksi barongsai. 

Untuk atraksi barongsai, pihaknya belum dapat menampilkan aksi di atas tonggak atau tiang-tiang besi yang khusus disediakan layaknya pertandingan barongsai. Hal ini dikarenakan risiko pertunjukan di atas tonggak cukup besar dan membutuhkan nyali serta para pemain yang benar-benar mahir.

“Mengingat para pemain barongsai kami masih berusia anak-anak, dari SD sampai SMP. Untuk itu kami masih belum mengajari mereka atraksi di atas tonggak. Meski dari mereka ada yang sudah bisa melakukan atraksi tersebut, hanya saja saya masih takut untuk mengizinkan mereka berlaga di atas tonggak, selain atraksi barongsai di atas kursi kayu yang telah kami sediakan setiap tahunnya,”  tuturnya.

Untuk pertunjukan barongsai ini, Irwan mengaku mulai membina anak-anak asli Papua maupun non Papua dari bangku SD. Pasalnya di Papua, FOBI sudah terbentuk. Oleh sebab itu dirinya menilai sangat penting mengajak, membina dan melatih para atlet-alet barongsai di Papua.

“Tujuannya agar dapat menujukkan kepada dunia bahwa di Papua juga memiliki atlet barongsai yang merupakan putra-putri asli Papua. Kami melatih anak-anak ini juga tidak dipungut biaya alias gratis. Kami membuka kesempatan bagi anak-anak siapa saja yang ingin ikut bergabung menjadi pemain barongsai untuk bergabung bersama Papua Goldent Tiger,” ujarnya. 

Ditambahkan, bermain barongsai sangat dibutuhkan konsentrasi, kerja sama, kekuatan fisik serta kemauan. Melatih anak-anak Papua dalam hal praktek sangat mudah, hanya saja untuk teori sedikit mengalami kendala. Meski demikian pihaknya memiliki cara tersendiri dalam menerapkan nilai-nilai barongsai itu bagi mereka dengan cara lebih banyak memberikan kesempatan dan kesabaran dalam mengajar.

“Saya melihat tahun ini perayaan Imlek sedikit sepi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini juga dampak dari kejadian kerusuhan tahun 2019. Namun kami tetap berharap ke depannya akan semakin membaik,” tambahnya. (ana/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: