Internet Kebutuhan Dasar, Harus Ada Kompensasi bagi Pelanggan

By

JAYAPURA- Jaringan internet, Selasa (8/6) kemarin kembali aktif kembali setelah sebulan lebih mengalami gangguan kabel optik perairan Sarmi-Biak. Ganguan internet ini menyebabkan semua media komunikasi yang berhubungan dengan jaringan internet lumpuh total.

Putusnya jaringan internet ini bukan yang pertama kali, tetapi ini sudah terjadi berulang kali di Papua. Alasannya masih sama, yaitu putusnya kabel optik yang berada di bawah lautan. Tercatat sudah lima kali terjadi gangguan internet di wilayah Jayapura dan sekitarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Papua, Iwanggin Sabar Olif, S.H mengatakan bahwa jaringan internet saat ini merupakan kebutuhan dasar bagi seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya di Papua.

Oleh karena itu, menurut Iwanggin jaringan internet merupakan salah satu pelayanan publik yang harus diperhatikan oleh negara dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Jangan sampai terjadi pemutusan berulang kali di papua, karena ini tentu merugikan masyarakat di Jayapura dan sekitarnya.

“Jaringan internet ini merupakan kebutuhan dasar, sehingga kalau sudah putus dan aktif kembali, maka harus ada kompensasi yang diberikan oleh negara dalam hal ini Telkom dan Telkomsel kepada para pelanggan, apalagi pemutusan ini terhitung sudah sebulan lebih,” ungkapnya kepada cenderawasih pos melalui telepon selulernya, Rabu (9/6).

Jaringan internet, kata Iwanggin bukan lagi seperti zaman dulu yang bukan menjadi kebutuhan dasar, karena saat ini jaringan internet ini menjadi salah satu layanan dasar yang sangat dibutuhkan oleh semua orang, baik di bidang perekonomian, pendidikan, kesehatan dan layanan publik lainnya yang membutuhkan fasilitas jaringan internet.

“Dengan begitu, maka layanan dasar ini harus diperhatikan, sehingga kedepan tidak terjadi gangguan internet yang justru merugikan masyarakat sebagai pengguna layanan internet sebagai salah satu pelayanan dasar saat ini,” katanya.

Iwanggin berharap, hal ini harus diperhatikan oleh negara kedepan, sehingga tidak boleh lagi terjadi pemutusan jaringan seperti saat ini. Apalagi jika dilihat pemutusan jaringan kali ini justru dibeberapa titik tertentu terdapat fasilitas jaringan internet 4G.

Hal ini justru dinilai oleh Ombudsman sebagai bagian dari perbuatan mal adminstrasi, karena di tempat-tempat lain jaringan internet gangguan, tetapi ada beberapa titik yang justru fasilitas internetnya berjalan bagus. Ini yang kami nilai sebagai perbuatan mal adminstrasi,” ujarnya.

“Kami harapkan kedepan bisa mencari solusi dengan mengantikan jaringan internet melalui satelit, sehingga bisa diantisipasi jika terjadi gangguan internet bisa dialihkan ke satelit, sehingga pelayanan dasar ini tetap berjalan di Papua,” tutupnya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: