Itik Unggul Asal Bogor Mulai Dikembangkan di Merauke

By

MERAUKE-Itik unggul  asal Bogor dengan menggunakan Mojo Master dan Ala Bio Master mulai dikembangkan di Kabupaten Merauke. Pengembangan Itik unggul asal Bogor tersebut dengan cara mendatangkan 500 ekor bibit Itik Unggulan ini ke Merauke.

    Kepala Badan  Pengkajian Tehnologi Pertanian (BPTP) Papua Dr. Martina Sri Lestari, MP,   mengungkapkan bahwa, bantuan Itik Unggul dari Bogor ini merupakan aspirasi  yang disampaikan melalui Anggota Komisi IV  DPR RI Sulaeman L. Hamzah.  

   Menurutnya, ada 500 ekor yang didatangkan dari Bogor, namun karena tertahan di Jayapura selama 2 hari sehingga 30 ekor diantaranya mati. Lalu saat sampai di Merauke, dengan adanya perubahan cuaca, sehingga dari 470 ekor tersebut, sebanyak 100 ekor mati sehingga tersisa 370 ekor.  

   Dari 370 ekor Itik unggul dari Bogor ini diserahkan kepada 4 kelompok peternak masing-masing Kelompok Tani Sri Mulyo, Kelompok Tani Mbaizakod Paya, Kelompok Tani Lancar Tiga dan Kelompok Tani Zokodur Mbur. Martina menyebutkan bantuan tersebut tidak sekedar diberikan begitu saja, tapi pihaknya akan terus memberikan pendampingan. Karena pihaknya ingin  Merauke menjadi pusat pengembangan untuk Itik Unggul asal Bogor di  Papua.   

   “Sehingga ke depan, kita  tidak perlu mendatangkan DOC dari luar Papua terutama dari Bogor  dari bibitnya  langsung kita kembangkan di Merauke,” tandasnya.

  Kata Martina, pihaknya juga telah memberikan bimbingan tehnis kepada kelompok penerima Itik tersebut  bagaimana memelihara sampai berproduksi. Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Drs. H. Sulaeman L. Hamzah menjelaskan bahwa  BPTP saat ini telah memiliki tehnologi dalam pengembangan ternak, diantaranya Itik Unggul asal Bogor tersebut. 

    Karena itu dia  berharap, bantuan Itik Unggul asal  Bogor dapat dikembangkan dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. ‘’Insya Allah kalau ini berhasil dan berkembang, maka akan ada lagi bantuan penetas dan tentunya kita bisa menghasilkan DOC di Merauke,’’ terangnya.

   Sulaeman  mengakui bahwa pemerintah pusat mempunyai banyak program, namun jika tidak  ada yang memperjuangkan di pusat maka bantuan-bantuan tersebut  tidak  akan sampai begitu saja ke daerah. “Memang bantuan ini dari APBN. Tapi tidak datang sendiri tanpa diperjuangkan dan disuarakan di sana. Saya tahu, sangat banyak kebutuhan  petani yang harus dipenuhi, tapi anggaran pemerintah APBN terpotong 50 persen lebih diarahkan untuk penanganan Covid,’’ tandasnya. 

   Ditambahkan, memelihara ayam dan ternak lain bagi petani sudah hal biasa. Namun karena yang didatangkan ini adalah Itik Unggul sehingga ada perlakuan khusus sehingga nantinya bisa secara terus menerus bertelur. “Tapi, tentunya sudah diberikan lewat Bimtek,” pungkasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: