Jabat Danrem 172/PWY, JO Sembiring Gantikan Izak Pengemanan   

By

Brigjen TNI Izak Pangemanan, M.Han saat menyambut kedatangan pengantinya,  Kolonel Infantri Juinta Omboh Sembiring sebagai Danresm 172/PWY, yang akan melakukan Sertijab di Makodam XVII/Cenderawasih,  Rabu (15/6) hari ini. (FOTO: Melda/Cepos)

JAYAPURA-Pejabat Komandan Korem 172/Praja Wira Yakti, dilakukan pergantian, dari Brigjen TNI Izak Pangemanan, M.Han kepada Komandan baru, Kolonel Infantri Juinta Omboh Sembiring. Serah terima jabatan, Danrem 172/ PWY ini rencananya dilakukan di Markas  Kodam XVII Cenderawasih,  Rabu (15/6).

   Brigjen TNI Izak Pangemanan, M.Han selaku Mantan Danrem 172/PWY, menjelaskan Selasa (14/6) kemarin, dirinya menyambut dan menerima Kolonel J. O. Sembiring menjadi warga Korem 172/Prja Wira Yakti.

  Brigjen Izak Pangemanan mengaku telah menjalankan tugas sebagai Danrem 172/PWYselama 2 tahun lebih, atau tepatnya  25 bulan 9 hari. “Waktu saya datang saat itu, Papua sedang menghadapi kasus rasis, yang terjadi di mana-mana dan kita atasi itu dengan semua pihak, dengan melibatkan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemudah dan semua pihak, penyelesaiaanya kita tidak memggunakan pasukan tetapi mengedepankan komunikasi sosial,” katanya kepada wartawan, Selasa (14/6) kemarin.

  Menurut Izak Pangemanan, dengan mengedepankan komunikasi sosial, pihaknya bersama semua masyarakat sepakat untuk menciptakan Papua yang aman dan damai.”Kita sepakati pada saat itu hentikan pertumpahan darah dan semua mengambil bagian,  di sini gereja mengambil bagian, adat mengambil bagian, Pemuda mahasiswa dan semua kita sepakat semua Untuk menghentikan pertumpahan darah,” terangnya.

Penyambutan Kolonel Infantri Juinta Omboh Sembiring, bersama istri dilakukan dengan prosesi injak piring, di halaman Makorem 172/PWY, Selasa (14/6) kemarin. ( FOTO: Yohana/Cepos)

   Namun begitu, lanjut Izak, kasus-kasus berikutnya memang masih erjadi, seperti kasus penyerangan di sejumlah pos TNI di bawah Korem 172/PWY. Pihaknya mengklami bisa atasi itu dengan baik dengan mengedepankan pembinaan teritorial dan komunikasi sosial, yang kemudian berlanjut terus sampai dengan kebijakan dari Panglima TNI Jenderal Andika, setelah menjadi Panglima TNI.

  “Kita diperintahkan untuk melaksanakan operasi pembinaan teritorial dan komunikasi sosial dan inilah yang kita lanjutkan sampai hari ini kita bisa menciptakan Papua lebih baik, kalaupun ada masih ada terjadi aksi-aksi semua itu bisa kita atasi dengan baik,” tambahnya.

  Selain itu, untuk wilayah perbatasan, diakui sempat terjadi  penyerangan dua kali, itu pun percobaan, kelompok separatis mencoba memprovokasi aparat TNI,  akan tetapi hal tersebut dijawab itu dengan Binter dan Komuminkais Sosial (Komsos) dan itu tidak berlanjut lagi.

  “Yang jadi permasalahan di perbatasan adalah kita mengamankan masuknya ganja dari sebelah, karena memang garis batas ini sangat panjang, kita tidak mungkin akan pagar betis, tetapi kami terus berupaya melibatkan masyarakat untuk membantu kami,” tambahnya.

  Izak mengakui bahwa,  masyarakat telah membantu pihaknya dalam menemukan ladang ganja dan pihaknya juga telah musnahkan padang ganja tersebut. Diharapkan ini akan terus dilakukan.

   Sementara untuk daerah pegunungan, perang suku masih menjadi kendala bagi pihaknya, bahkan sampai dengan beberapa waktu lalu masih terjadi perang suku, masih ada bentrok massa yang menimbulkan korban.

  “Kami sedang berupaya untuk mengatasi, terutama untuk memberikan porsi semakin besar kepada tokoh agama, karena hanya agama yang bisa meluruskan pemahaman adat yang benar itu  bagaimana dan ini sedang berjalan, sehingga terbentuk pada saat itu Lempeng Papua,  Lembaga Pembinaan untuk Generasi Muda Papua,” bebernya.

  “Kita terus bergerak maju untuk mengatasi berbagai permasalahan-permasalahan di masyarakat dengan mengedepankan Tokoh Agama gereja sebagai Garda terdepan,” tambahnya.

   Karena itu, pihaknya berharap kepada penganti dirinya, yakni  Kolonel J.O. Sembiring, bisa terus melanjutkan semua yang sudah kita mulai sehingga situasi Papua semakin baik. Pertumpahan darah di Papua harus dihentikan, konflik di Papua harus dihentikan, agar Papua bisa semakin baik kedepannya. 

   Sementara itu, Kolonel Infantri Juinta Omboh Sembiring juga menjelaskan bahwa, pihaknya akan bekerja sama terus kedepannya, bukan hanya masyarakat dan semua lembaga terkait didalamnya, tetapi juga media. “Karena kawan-kawan media ini sangat penting, untuk mendukung tugas pokok dari Korem 172,” pungkasnya.(ana/cr-268/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: