Beranda OLAHRAGA Jamu Persebaya dengan Kondisi Pincang

Jamu Persebaya dengan Kondisi Pincang

0
BERI ARAHAN: Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago saat memberikan arahan kepada anak asuhnya dalam sesi latihan di Stadion Mandala, beberapa bulan lalu. ( FOTO : ERIK / CEPOS)

JAYAPURA-Persipura Jayapura kembali tampil pincang saat menjamu tamunya Persebaya Surabaya pada lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019 di Stadion Aji Imbut, Minggu (24/1) mendatang. Tiga strikernya, Boaz Solossa, Mamadou Samassa dan Marinus Wanewar masih dalam tahap pemulihan cedera dan dipastikan absen.

Selain ketiga juru gedor, Mutiara Hitam julukan Persipura Jayapura juga akan kehilangan Ibrahim Conteh, Muhammad Tahir dan Israel Wamiau yang harus menjalani sanksi. Tahir dan Conteh mendapatkan sanksi akumulasi kartu kuning, sementara Israel Wamiauw menjalani sanksi empat pertandingan kedepan.

Kehilangan beberapa peman pilarnya membuat sang pelatih kepala, Jacksen F. Tiago harus ekstra hati-hati. Pasalnya dalam tiga pertandingan terakhir, Persipura gagal meraih kemenangan. Tentu dengan situasi sulit itu kian menambah derita Persipura yang harus kehilangan enam pemain pilarnya.

Dengan kondisi tersebut, bukan perkara mudah bagi tim Mutiara Hitam untuk bisa mengamankan tiga poin dari Bajul Ijo Green Force julukan Persebaya Surabaya. 

Meski begitu, Jacksen tetap berusaha memaksimalkan timnya. Sebab saat ini posisi mereka (posisi dua) telah diambil alih oleh Borneo FC usai meraih tiga poin dari PSS Sleman. Bahkan mereka juga bisa digeser oleh Madura United yang ada di bawahnya jika gagal mengamankan poin penuh.

“Kita tetap siapkan tim seperti biasanya. Semoga ada rejeki lebih untuk kami agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” ungkap Jacksen kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (21/11) siang kemarin.

Namun Jacksen sedikit bisa bernafas legah. Sebab strikernya Titus Bonai yang kurang tampil maksimal saat menghadapi PSM Makassar kini siap tampil maksimal. “Sempat cedera dan sudah mulai membaik saat menghadapi PSM Makassar, semoga bisa membantu kita saat mengahdapi Persebaya Surabaya,” ujarnya.

Jacksen menuding, dengan padatnya jadwal yang mereka lakoni di bulan November serta menjadi tim musafir membuat performa tmnya melempem. “Kami saat ini menjadi tim musafir berjalan, sehingga tentu itu mengganggu secara psikologi pemain. Tapi saya tetap bersyukur, meski sebagai tim musafir namun para pemain masih bisa memberikan hasil yang baik untuk kita,” katanya.

Pelatih asal Brasil itu juga membeberkan bahwa ia juga telah melakukan evaluasi di tiga partai terakhir yang meraka lakoni. Sehingga ia optimis bisa mengakhiri puasa kemenangan timnya. “Ini tugas saya sebagai pelatih, tentu evaluasi itu ada, sehingga saya akan berusaha untuk menetralisir kesalahan-kesalahan yang kami lakukan dalam pertandingan. Kami mohon dukungan dan doa masyakat Papua, semoga dalam pertandingan ini kami bisa meraih hasil yang baik,” tutupnya. (eri/nat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here