Jangan Ada Lagi Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19

By

MERAUKE-Kabag Ops Polres Merauke AKP Micha Toding Potty, SIK, SH mengajak masyarakat Merauke untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Jika seseorang yang meninggal dan telah dinyatakan positif Covid-19 oleh pihak Rumah Sakit maka wajib untuk mematuhi protokol kesehatan.
“Kami bukan dokter. Tapi, kalau secara medis sudah menyampaikan bahwa Covid, maka marilah kita untuk patuhi itu. Jangan kita mengambil paksa jenazah lagi. Tentunya larangan untuk mengambil jenazah dan dikuburkan sesuai protokol Covid tak lain adalah untuk kebaikan bersama,” tandas Kabag Ops Micha Toding Potty, saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Jumat (30/7) kemarin.
Hal ini disampaikan Kabag Ops kaitannya dengan kejadian pengambilan paksa jenazah oleh keluarganya di Merauke. Menurut Kabag Ops, pengambilan paksa jenazah seperti itu sudah terjadi antara 3-4 kali. Terakhir adalah pengambilan paksa jenazah oleh keluarganya di Rumah Sakit Angkatan Laut Merauke.
“Kalau dari rumah sakit mengatakan Covid, jangan kita coba ambil lagi. Memang kita keluarga tidak tega dikuburkan dengan cara Covid tapi itu SOPnya. Karena yang dijaga, jangan sampai terjadi penularan dari satu orang ke orang lainnya dan bisa menjadi cluster baru,” jelasnya.
Ditanya kemungkinan adanya penengakan hukum terhadap pihak yang memaksa mengambil jenazah Covid tersebut, Kabag Ops mengungkapkan bahwa akan ada rapat lagi dengan Tim Satgas Covid yang akan dipimpin langsung bupati Merauke.
“Nanti sore (kemarin) akan ada rapat dengan Tim Satgas Covid di Kantor Bupati. Nanti dalam rapat tersebut, akan kita sampaikan untuk ada satu payung hukum yang bisa kita gunakan apabila besok masih ada yang mencoba mengambil paksa jenazah yang hasil pemeriksaan laboratorium dinyatakan Covid,” tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: