Jembatan Kampung Nelayan Rusak

By

Dua anak usia dini melintas  di jembatan besi yang sudah karat sambil memegang pagar pada Selasa (13/9). Kondisi jembatan yang membahayakan ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan hingga kini belum ada perbaikan. (FOTO: Gamel/Cepos)

Pemkot dan DPRD Seperti Menutup Mata?

JAYAPURA – Kondisi Kampung Nelayan yang berada di belakang Kompleks Hanurata, Hamadi  Kota Jayapura makin tak terawat. Lokasi  yang sempat viral dan menjadi satu spot wisata buruan masyarakat Kota Jayapura beberapa waktu lalu,  kini terbiar dan minim perawatan. Rumput di papan nama Kampung Nelayan serta tembok yang mulai kotor membuat lokasi ini seperti kampung modern, namun jorok. 

   Tak hanya itu yang paling menonjol adalah kondisi jembatan  dari rangka besi yang membahayakan,namun masih digunakan. Setiap harinya ada ratusan orang yang menggunakan jembatan ini. Pemberitaan terkait kondisi jembatan tersebut juga bukan kali pertama diberitakan, namun hingga kini tak ada perbaikan yang dilakukan. 

  “Agak takut  juga karena besi-besinya sudah karat dan kalau terpeleset pasti luka,” ungkap  Maya, salah satu warga yang melintas di jembatan tersebut, Selasa (13/9).

   Ia menyampaikan bahwa setiap hari dirinya pasti menggunakan jembatan tersebut menuju pasar dan kadang harus bolak balik. Kata Maya, meski sudah terbiasa namun perasaan takut tetap ada. 

  Sementara warga lainnya bernama Fatih   mengatakan bahwa di jembatan ini sudah  beberapa kali orang jatuh terperosok. Biasa itu terjadi malam hari dan pada umumnya perempuan yang terjatuh. “Sudah ada beberapa kali, waktu itu malam – malam dan perempuan yang jatuh,” katanya. 

  “Ya tidak tahu saja, apakah pemerintah tahu soal kondisi jembatan ini dan tidak digubris atau seperti apa. Sebab kami pikir pemerintah dan DPR seperti menutup mata, padahal ini membahayakan. Lalu saran kami sebaiknya ini pakai kayu saja biar tidak karat,”  saran Fatih. 

   Lokasi jembatan ini menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Jayapura usai dilakukan serah terima dari Kementerian PUPR melalui Balai Sarana Pemukiman Provinsi Papua pada Desember 2019 lalu. 

   Sebelumnya salah satu anggota Komisi IV DPR Papua, Jansen Monim pernah mendatangi lokasi ini, hanya saja hingga kemarin kondisinya masih sama. Salah satu anggota Komisi B DPR Kota Jayapura, Yali Rahman hanya singkat menjawab bahwa akan dikunjungi. “Nanti kami lihat ke lokasi,” singkatnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: