Jenazah Bripda Diego Rumaropen Dimakamkan di TMP

By

Prosesi pemakaman jenazah Bripda Fernando Diego Rumaropen di TMP Maplima, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (20/6).  (FOTO: Denny/Cepos )

WAMENA-Jenazah Bripda Fernando Diego Rumaropen korban pembunuhan dua orang tak dikenal di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (18/6), dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wamena di Maplima, Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Senin (20/6).  

Dari pantauan Cenderawasih Pos, prosesi pemakaman jenazah dimulai pukul 13.20 WIT., dimana pihak keluarga yang dipimpin Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE, M.Si., melepas jenazah dan diserahkan kepada Kapolres Jayawijaya AKBP. Muh. Safei AB, SE., untuk dimakamkan. 

Upacara pemakaman jenazah Bripda Fernando Diego Rumaropen dipimpin Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol Budi Satrijo, SIK, MH.

Usai pemakaman, pihak keluarga tidak langsung pulang ke rumah duka. Mereka dikumpulkan di halaman Mapolres Jayawijaya untuk mendengarkan penjelasan dari enam orang saksi utama yang ada di tempat kejadian perkara di Distrik Napua. 

Kapolres Jayawijaya, AKBP. Muh. Safei AB, SE., mengatakan, pihaknya melakukan klarifikasi kepada keluarga korban dengan menghadirkan enam orang saksi utama di halaman Mapolres Jayawijaya. 

Hal ini dilakukan, karena keluarga korban tidak puas dengan meninggalnya Bripda Fernando Diego Rumaropen, dimana keluarga besarnya ingin meminta penjelasan SOP dari Batalyon D Wamena.

“Artinya keluarga ingin mendengar mengapa Danki Brimob Batalyon D Wamena ini membawa anggotanya hanya dua orang saja. Sementara menurut keluarga, saat bergerak, personel Brimob selalu turun beregu. Hal itu yang dipertanyakan dan pihak keluarga korban sebagian besar anggota TNI-Polri sehingga mereka tahu aktivitas keluar anggota Brimob itu harus beregu. Kecuali polisi umum yang bergeraknya sendiri dan pertanggungjawaban perorangan,” ungkap Kapolres Muh. Safei kepada awak media di halaman Mapolres Jayawijaya, Senin (20/6). 

Pertemuan dengan pihak keluarga menurut Safei akan dilanjutkan, Selasa (21/6). Karena klarifikasi terhadap keluarga korban dari enam saksi yang dihadirkan di Mapolres Jayawijaya belum tuntas hingga Senin (20/6) malam. 

“Karena sudah malam dan harus dilakukan ibadah di rumah duka sehingga pertemuan ini dipending dan akan dilanjutkan besok pagi (hari ini, red)  di Polres Jayawijaya,” tutur Kapolres Safei. 

Mengenai proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan, Kapolres Safei mengatakan pengejaran terhadap pelaku masih dilakukan. Tim dari Polda Papua dan Polres Jayawijaya juga saat ini melakukan identifikasi kelompok mana yang melakukan aksi tersebut.

“Langkah yang sudah diambil selain melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi, hari ini ada penambahan lagi saksi yang diperiksa dan tim juga sudah bergerak untuk melacak di mana dua orang ini berada,” bebernya. 

Kapolres Muh. Safei mengaku belum bisa memberikan informasi terkait dengan keberadaan dua senjata api yang dirampas oleh dua pelaku, karena masih dalam penyelidikan. 

“Upaya pengejaran ini masih terus dilakukan. Sebab senpi yang dibawah ini apabila jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab akan membahayakan jiwa dari orang lain. Entah itu dari aparat sendiri atau masyarakat sipil,” tegasnya. 

Ia juga memastikan jika dari insiden ini pihaknya akan berusaha agar situasi di Kabupaten Jayawijaya bisa tetap kondusif.

Kapolres Muh. Safei juga akan melakukan klarifikasi terkait dengan pernyataan Juru Bicara TPNPB-OPM yang menyampaikan bahwa TPNPB-OPM bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di Wamena.

“Sekarang ini zaman teknologi, bisa saja itu informasinya bukan dia, tapi kalau itu benar maka fokus TNI-Polri melakukan pengejaran,” tutupnya.(jo/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: