Jokowi: 17 Kepala Negara Dipastikan Hadir

By

Indonesia Siap Sambut Delegasi KTT G20

JAKARTA – Perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tinggal menghitung hari. Kemarin (8/11) Presiden Joko Widodo meninjau beberapa tempat yang akan digunakan untuk perhelatan tersebut. Dia memastikan ada 17 kepala negara yang akan hadir pada acara yang digelar di Bali itu.

 Jokowi menyatakan, Indonesia sudah siap menerima tamu delegasi KTT G20. ”Sudah H-7 dan saya sudah cek dari pagi tadi sampai titik-titik yang paling kecil,” ujarnya. Salah satu yang ditinjau Jokowi adalah kawasan Rehabilitasi dan Konservasi Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai, di Denpasar, Bali. Penataan Mangrove Tahura Ngurah Rai telah selesai 100 persen dan siap menjadi venue showcase konservasi mangrove untuk tamu-tamu negara KTT G20. Jokowi hanya meminta tambahan pekerjaan kecil, seperti penambahan anak tangga dari kayu di lokasi pembibitan untuk mempermudah para tamu negara.

 Jokowi juga melihat The Apurva Kempinski yang rencananya untuk makan siang dan foto bersama para kepala negara. Rombongan juga melihat Bali International Convention Center (BICC) di Nusa Dua dan Garuda Wisnu Kencana.

 Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa hingga kemarin sudah ada 17 kepala negara yang menyatakan hadir pada KTT G20. “Sudah, itu yang sudah pasti 17,” ungkap Presiden. Di antaranya adalah Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping. 

 Bagaimana dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky? “Beberapa hari lalu saya sudah berbicara lewat telepon dengan Presiden Putin dan Presiden Zelensky, beliau menyampaikan akan hadir kalau kondisinya memungkinkan,” imbuhnya.

 Presiden kembali menegaskan bahwa kehadiran para pemimpin negara pada KTT G20 di Bali merupakan suatu kehormatan. “Dalam keadaan normal, itu biasa yang hadir juga 17-18 (kepala negara). Sekarang dunia sangat sulit, semua negara sangat sulit, kalau kehadirannya sampai sejumlah itu saya kira sangat bagus,” bebernya.

 Selain Biden dan Xi Jinping, Perdana Menteri (PM) baru Inggris Rishi Sunak juga dipastikan hadir. Kepastian tersebut disampaikan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins.

 Dalam pertemuan nanti, kata dia, PM Sunak akan membawa sejumlah hal untuk dibahas bersama para pemimpin dunia. Namun, yang pertama bakal disampaikan adalah dukungan kuat untuk Presidensi Indonesia. ”Indonesia telah menjalankan pekerjaan luar biasa dalam memimpin G20 di situasi paling sulit. Kita akan mendukung area yang Indonesia telah canangkan sebagai prioritas,” tuturnya. Misalnya, meningkatkan arsitektur kesehatan internasional, mendukung transisi energi, dan transformasi digital. Menurutnya, hal tersebut merupakan agenda yang dibutuhkan dunia. ”Dan Indonesia cukup tepat untuk menerapkannya, sejalan dengan pemulihan pandemi,” sambungnya.

 Selain itu, lanjut dia, isu terkait agresi ilegal yang dilakukan Rusia ke Ukraina juga bakal dibahas oleh Sunak. Dia menegaskan, agresi tersebut tak dapat dibenarkan. ”Ketika 20 leaders duduk bersama dalam satu ruangan, mereka perlu berbicara mengenai tantangan besar yang dihadapi hukum internasional dan juga prinsip-prinsip PBB mengenai kedaulatan dan integritas wilayah,” paparnya.

 Di sisi lain, tahun ini bakal menandai 72 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Inggris. Jenkins mengatakan, hubungan bilateral kedua negara sedang berjalan sangat baik saat ini. Bahkan, dua tahun terakhir yang merupakan masa yang berat, kedua negara bisa bekerja sama dengan baik. Di bidang kesehatan, misalnya, Inggris telah mensupport vaksin Covid-19 lewat donasi. Kemudian, kedua negara juga bekerja sama secara internasional dalam COVAX untuk memastikan masyarakat dunia mendapat vaksinasi yang diperlukan.

 Jenkins juga menegaskan, kehadiran PM baru tak akan mengubah menjadi prioritas utama dalam kerja sama kedua negara. ”PM kami yang baru adalah orang yang memahami dunia usaha, dia memahami ekonomi, dia paham Indonesia dan Asia Tenggara benar-benar akan bertumbuh di beberapa dekade ke depan,” ungkapnya.

 Sementara itu, meski belum dimulai, sudah banyak negara yang mengajukan pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi. Setidaknya ada 17-18 permintaan yang telah disampaikan oleh negara-negara yang hadir. Terkait hal ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah mengatakan, hal itu masih diatur oleh pihaknya. ”Ada banyak sekali permintaan dan masih dicocokkan waktunya,” ungkapnya.

 Disinggung soal persiapan, ia tak berbicara banyak. Faiza hanya menyampaikan, Indonesia sebagai presidensi G20 akan memastikan tercipta suasana aman, tertib, dan nyaman bagi para leaders G20. Saat ini semua pihak terkait tengah bekerja keras untuk memastikan hal tersebut.

 Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nur Isnin Istiartono menerangkan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran (SE) nomor 12 tahun 2022. SE tersebut berisi pengaturan operasional penerbangan selama penyelenggaraan KTT Presidensi G20 Indonesia di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

 Pengaturan operasional akan dilakukan pada 12-18 November 2022. Antara lain, jam operasional ditetapkan selama 24 jam dan penerbangan komersial dilarang parkir menginap. Kemudian, diberlakukan pembatasan operasi untuk penerbangan reguler mulai 13-17 November 2022. Hal itu bertujuan memberikan ruang terhadap penanganan penerbangan VVIP.

 Selain itu, lanjut dia, telah ditetapkan 11 bandara pendukung yang beroperasi selama 24 jam. Yakni Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin, Bandara Syamsuddin Noor, Bandara Internasional Yogyakarta, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Kemudian, Bandara Jenderal Ahmad Yani, Bandara Adi Soemarmo, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Banyuwangi, dan Bandara Halim Perdanakusuma. “Bandara pendukung ini akan digunakan untuk kepentingan penempatan pesawat udara VVIP G20 dan pendukungnya,” jelasnya. (lyn/mia/gih/oni)

Grafis —

Pengamanan G20

-Zonasi pengamanan 

Dibagi tiga ring: 1, 2, dan 3

-Personel yang dikerahkan

Mabes TNI 1.063 personel

Paspampres 1.451 personel

TNI-AD 6.552 personel

TNI-AL 2.474 personel

TNI-AU 2.811 personel

Polri 9.700 personel dan 3.669 personel cadangan

Armada untuk pengamanan VVIP

13 KRI

2 pesawat F-16

1 pesawat Sukhoi Su-27

1 pesawat Sukhoi Su-30

9 fixed-wing

15 helikopter

55 kendaraan lapis baja

-Akomodasi

11 bandara disiagakan untuk pesawat delegasi

Menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan, berupa:

Wuling Motors: 216 unit tipe long-range dan 84 unit tipe standard range

Hyundai Motor: 44 unit Hyundai Genesis Electrified G80 Special Edition, 87 unit Hyundai Genesis G80, dan 262 unit Hyundai Ioniq 5

Toyota Astra Motor: 41 unit Toyota bZ4X dan 102 unit Lexus UX 300e

-Rekayasa lalu lintas

– Pengaturan lalu lintas pada 10 ruas jalan di sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai, Seminyak, Sanur, Jimbaran, dan Nusa Dua.

– Menerapkan ganjil dan genap.

– Membatasi operasional angkutan barang.

Sumber: Kemenhub, keterangan panglima TNI

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: